Jumat, 16 Oktober 2026 WIB

Tim Khusus Anti Bandit Polres Asahan Gagalkan Penggelapan Truck

Admin - Kamis, 25 September 2014 21:38 WIB
Tim Khusus Anti Bandit Polres Asahan Gagalkan Penggelapan Truck
Ibnu
Matatelinga - Kisaran,

Kembali Tim Khusus Anti Bandit Satreskrim Polres Asahan berhasil menggagalkan penggelapan 1 truck kontainer berisikan barang-barang ekspedisi asal Riau yang akan dikirim ke Medan dengan menggunakan jasa angkutan darat, Selasa (23/9) sekira pukul 10.00 Wib.

Kapolres Asahan AKBP Yulmar Tri Himawan melalui Kasat Reskrim AKP Dian Indra Prabudi didampingi Kanit Resum Ipda Agus Setiawan memaparkan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan Wan Asdi (39) Supir truck penduduk Dusun I Desa Sipaku Area Kecamatan Simpang Empat yang menyebutkan Truck BK 8915 XB yang mengangkut barang ekspedisi yang terdiri dari Ban, Pupuk dilarikan oleh supir serapnya berinisisial AR alias Terong (25) penduduk Desa Air Batu saat parkir di kawasan Simpang Empat, Senin (22/9/2014) sekira pukul 18.00 Wib. Setelah mendengarkan keterangan dari Wan Asdi, Tim langsung bergerak mencari keberadaan mobil tersebut, tidak berapa lama Tim berhasil menemukan truk dalam keadaan kosong, dimana sebelumnya truck penuh dengan muatan barang ekspedisi.

"Mendapatkan informasi tersebut saya langsung memerintahkan tim untuk melakukan penghadangan dan penangkapan tidak berapa lama tim berhasil menemukan truck dihalaman parkir Rumah Makan Maninjau Desa Aek Loba sekira pukul 05.00 Wib dini hari, saat ditemukan truck dalam keadaan kosong tanpa muatan, sementara AR yang diduga sebagai pelaku sudah tidak ada di sekitar truck" ujar Yulmar

Tidak sampai disitu saja, tim pun melakukan pemburuan terhadap AR, berdasarkan informasi dari warga yang menyebutkan sebelum diparkirkan truck datang dari arah Rantau Prapat, mendapatkan informasi tersebut tim langsung bergerak kearah Rantau Prapat sekira pukul 10.00 Wib, barang-barang ekspedisi berupa ban 100 merk Ornet serta 400 dus pupuk merek HI Zeb 80 WP dengan total sekitar Rp. 500 juta berhasil ditemukan di salah satu rumah warga di Dusun II Desa Batu Tunggal Aek Kota Batu Kecamatan Na IX – X Kabupaten Labura.

"Jadi setelah dilakukan pengejaran tim berhasil menemukan barang-barang ekspedisi tersebut disalah satu rumah warga bernama E. Nasution yang ketika kita konfirmasi menyebutkan bahwa barang-barang ekspedisi ini dititipkan oleh AR dengan alasan tidak jadi dikirim lantaran gudang di Medan sudah penuh, saat itu pemilik rumah sudah merasa curiga dan melaporkan kepada Kepala Dusun setempat, sementara AR sudah melarikan diri dan menjadi DPO Polres Asahan" imbuh Yulmar ketika ditemui, Kamis (25/9/2014) sekira pukul 09.00 Wib.

Teripisah saat Wan Asdi dikonfirmasi menyebutkan AR alias Terong sudah dua tahun bekerja menjadi supir dua dan selama ini tidak pernah bertindak macam-macam sehingga saat dirinya meninggalkan trucknya diparkiran dirinya tidak merasa curiga.

"Selama ini anaknya baik bang, sedikitpun saya tidak merasa curiga, makanya saya meninggalkan truck dan beristirahat sebentar di warung. Kami berangkat dari Pekan Baru Senin (22/9) sekira pukul 04.00 Wib dan tiba di kawasan Desa Simpang Empat sekira pukul 18.00 Wib untuk beristirahat dan rencananya pukul 20,00 Wib kami melanjutkan perjalanan ke Medan, belum lama saya beristirahat saya melihat truck sudah tidak ada di posisi semula dan saat AR saya telpon katanya dia (AR) lagi mengganti ban, tapi setelah saya tunggu lebih kurang 3 jam juga nggak datang dia kembali saya telpon, namun HP nya mati, takut terjadi apa-apa saya langsung melaporkan ini kepolisi bang" ujar pria berkumis hitam ini kepada Matatelinga.

(Ibnu/mt)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru