MATATELINGA, Madina :Berbicara tentang potensi ekonomi kreatif sepatutnya mengembangkan Kearifan lokal.
Hal itu di sampaikan Askolani di depan siswa-siswa SLTA pada Seminar PWI Madina. Bertempat di Hotel Rindang jum'at (18/08/2023).
BACAJUGA
Askolani menerangkan,ekonomi kreatif Mandailing Natal sepatutnya mengembangkan kearifan lokal Mandailing Natal.
"Bidang kuliner misalnya, apa yang khas Mandailing? Ada itak, sasagun, bika, dll. Kemas sedemikian rupa, lalu marketingnya kelola sesuai konsep global. Bukan makanan global yang dikelola dengan marketing konvensional. Misalnya, kalau Anda meniru makanan Korea, pangsa pasarnya hanya sekitar kita saja. Tidak akan pernah menjadi produk ekspor."ungkapnya. Pada seminar PWi dan Tanpa Bahan presentasi.
[br]
Askolani juga berujar,Orang belanja kuliner bukan karena rasa, tapi kemasan dan bentuknya.
"Saya contohkan tapai. Tiap hari kita makan tapai, tapi kalau kita ke Bogor, kita membeli peuyeum, bukan karena itu tapai, tapi karena bentuknya yang berbeda."ujarnya.
Lanjut,Askolani Yang Juga Budayawan madina ini juga menambahkan,Bidang desain, ada tato, lukisan, motif, dll. Sampelnya banyak. Mulai dari bindu, pustaha, atau relief lainnya. Juga seni pahat dan ukir, musik, sastra, dst.
"Ada kecenderungan menguatnya identitas lokal saat orang jenuh dengan produk global. Cara berpikir orang memang makin global, tapi setiap orang juga ingin mempertontonkan identitas kulturalnya. Itu yang harus dikemas sebagai produk.
Saya contohkan film Winter Sonata, bagaimana film Korea itu digandrungi di Jepang karena genre Korea yang sangat menghormati wanita, hal yang sebaliknya dengan Jepang. Siapa menduga, akhirnya film itu meraup laba trilyunan. Karena itu Korea berani investasi besar-besar untuk ekspor K-Pop mereka. Berhasil ternyata."ucapnya
Askolani juga menjelaskan Kepada Siswa,Kalau kau menulis novel bergenre Jakarta, sebagai pendatang baru, kau tidak akan bisa melebihi Asma Nadia, Tere Liye, dll., misalnya. Apalagi akan menyangingi sineas, musisi, dst. yang sudah kenyang dengan berbagai pengalaman. Angkatlah karakter lokalmu, jual dengan metode marketing global.
"Saya contohkan Anne Ahira, penjual kue keliling yang akhirnya sukses karena gaya marketing globalnya. Dan seterusnya. Panjang ceritanya."tutupnya