MATATELINGA. Toba - Program “Tarhilala (Lumayan)” oleh Bupati Kabupaten Toba Poltak Sitorus yang selama ini mendapat sorotan tajam bahkan kecaman dari warga, kini mulai terang dan jelas. Hal ini dijelaskan Bupati saat temu pers, pada Kamis (16/12/2021) di Balai Data Lt IV kantor Bupati Balige.
Dihadapan ratusan awak media, Bupati menjelaskan bahwa program tersebut bersumber dari pengalaman hidup keseharian Poltak semasa kecil hingga lulus Sekolah Menengah Atas di Parsambilan Kecamatan Silaen Kabupaten Toba.
Poltak menjelaskan jika latar belakangnya merupakan seorang anak petani dan penggembala kerbau. Kesehariannya sehabis pulang sekolah harus ke sawah dan mengembalakan kerbau. Kedua orang tua Poltak merupakan pekerja yang gigih dan memiliki sawah yang paling luas. Hal inilah yang memaksa mereka harus bekerja keras setiap hari.
Baca Juga:Ditipidnarkoba Bareskrim Polri Tetapkan Tujuh Orang Sebagai Tersangka Kasus TPPU
“Setiap hari, orang tua saya selalu menyuruh tanam singkong atau cabe, atau tomat untuk keperluan sehari-hari. Bahkan setiap tahun harus piara ikan mas, Tarhilala (Lumayan), bebek dan ayam untuk ambil telurnya Tarhilala (Lumayan). Saya kadang makan telur goreng busuk. Karena telur yang bagus itu dijual orang tua agar dapat uang Tarhilala (Lumayan)” terang Poltak.
Poltak bahkan menceritakan bahwa tak ada tanah yang kosong dan semua anak-anak orang tua Poltak tidak memiliki waktu untuk main-main. “Tak ada ruang kosong yang tidak menghasilkan” terang Poltak.
Poltak malah bingung dengan situasi yang terjadi saat ini dimana banyak kebutuhan Kabupaten Toba yang diimpor dari luar seperti cabe rawit, telur, ikan tawar, sayur, ayam dan lain sebagainya, yang menurut Bupati bisa diperoleh jika kita ikut program “Tarhilala (Lumayan)”. “Mengapa tidak kita tanam di tanah atau ruangan kita. Sedangkan kotoran ayampun kita impor” terang Poltak heran.
[br]
Poltak Sitorus menyesalkan jika ada orang yang memplesetkan kata “Tarhilala (Lumayan)” ini kearah negatif. Poltak mejelaskan bahwa dirinya telah mengalami program “Tarhilala (Lumayan)” ini sejak kecil dan berhasil masuk perguruan ITB Bandung.
Usai penjelasan tersebut, banyak awak media sudah mulai memahami seperti apa program “Tarhilala (Lumayan)” ini.
Bupati berharap agar masyarakat melakukan program “Tarhilala (Lumayan)” ini untuk menunjang perekonomian masyarakat Toba. (Mtc/Yin)