Kamis, 28 Mei 2026 WIB

Polisi Tangkap Pengedar Uang Palsu di Deliserdang, Cetaknya di Kantor Camat

- Selasa, 07 September 2021 12:00 WIB
Polisi Tangkap Pengedar Uang Palsu di Deliserdang, Cetaknya di Kantor Camat
mtc/ist
Seorang pria berinisial DK alias Deni (24) warga Kabupaten Deli Serdang, ditangkap karena mengedarkan uang palsu. Deni yang bekerja sebagai satpam, mencetak uang itu, di kantor Camat Bangun Purba.
MATATELINGA, Medan: Seorang pria berinisial DK alias Deni (24) warga Kabupaten Deli Serdang, ditangkap karena mengedarkan uang palsu. Deni yang bekerja sebagai satpam, mencetak uang itu, di kantor Camat Bangun Purba.

Kasatreskrim Polres Deli Serdang Kompol M Firdaus mengatakan, Deni ditangkap Jum’at (3/9). Informasi bermula saat polisi menerima laporan masyarakat sekira pukul 11.00.
“Polisi mendapat informasi dari warga tentang adanya beredar uang kertas palsu nilai pecahan Rp100 ribu dan Rp50 rupiah,”ujar Firdaus dalam keterangannya
Lalu dari informasi itu polisi menyelidiki dan dari bukti dan saksi yang diperiksa, penegedar uang palsu itu, tertuju ke tersangka.
“Diduga terlapor yang memalsukan ataupun membelanjakan uang rupiah yang diketahuinya rupiah palsu,”ujar Firdaus

Selanjutnya polisi menangkap Deni di kediamannya yang berada di Desa Batu Gingging Kecamatan Bangun Purba. Lalu saat diintrogasi dia mengakui perbuatannya.
“Tersangka lalu kita bawa ke Mako Sat Reskrim Polresta Deli Serdang guna penyidikan lebih lanjut,”kata Firdaus
Terpisah Kapolsek Bangun Purba AKP Sudaryanto, mengatakan tersangka mencetak uang palsu di malam hari menggunkan printer kantor.

“Dia kan penjaga keamanan jadi pas malam hari di mencetaknya di kantor camat. Lalu dia menggedarkannya dengan, mengelabui beberapa pedagang,”ujarnya

Selanjutnya, usai mencetak uang palsu itu dia mengedarkannya ke masyarakat. Total uang palsu yang sudah ditukarkannya senilai Rp1,2 juta.


“Pengakuan dia (tersangka), ada Rp1,2 juta nilai yang sudah diedarkan,” ujar Sudayanto.
Saat melakukan aksinya, Deni sengaja menukarkannya kepada anak-anak yang sedang berdagang. Musababnya karena lebih mudah dikelabui ketimbang orang dewasa.

“Kalau kita telusuri (penjualnya), itu kalau lagi anak-anak yang jualan, gitu lho. Di carinya dulu. Misalnya anak-anak lagi (jaga warung) jual minyak, jual rokok. Jadi (tidak) mudah ketahuan,”ujar Sudayanto. (*/mtc)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru