Kamis, 09 Juli 2026 WIB

Aulia Rachman Bawa Bocah yang Terkena Penyakit Langka ke Rumah Sakit

- Sabtu, 10 Juli 2021 13:25 WIB
Aulia Rachman Bawa Bocah yang Terkena Penyakit Langka ke Rumah Sakit
mtc/ist
Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman, membawa luqyana Syasya ke rumah sakit, Jum'at (9/7). Bocah 5 tahun ini sebelumnya, terkena penyakit langka, yakni seluruh kulit tubuhnya
MATATELINGA, Medan: Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman, membawa luqyana Syasya ke rumah sakit, Jum'at (9/7). Bocah 5 tahun ini sebelumnya, terkena penyakit langka, yakni seluruh kulit tubuhnya mengelupas. Lalu jari kaki dan tangannya putus akibat penyakit ini.

Orang tua Luqyana, Dedi Irawan mengatakan sang anak dibawa menggunakan ambulance, atas instruksi Wali Kota Medan Aulia Racman.

"Dibawanya sekitar jam 16.00-17.00, dibawa ke rumah sakit dokter ibu dan anak RS Artha Mahirus,"ujar Dedi.

Namun kata Dedi saat akan diobati, rumah sakit tersebut tidak memiliki dokter spesialis kulit, Luqyana akan dirujuk RS Adam Malik di dampingi Pemkot Medan.


"Malam ini juga dirujuk ke RS Adam Malik," ujar Dedi

Atas bantuanya ini Dedi mengucapkan terima kasih, dia berharap anaknya terus di dampingi Pemkot Medan, selama perobatan.

" Harapan saya semoga anak saya mendapatkan penagananan medis secara maksimal hingga bisa sembuh," harap Dedi.

Sementara itu Wakil Walikota Medan Aulia Rachman dalam unggahannya di Instagram, memposting sejumlah foto tim medis rumah sakit membawa Luqyana, berobat. Dia menjelaskan bagaimana proses penjempuatan Luqyana.

" Tim kesehatan dari Komunitas Peduli Berkah Rachman bekerjasama degan Dinas Kesehatan Medan secara sigap, menjemput secara langsung Luqyana Syasya yang menderita penyakit kulit di lingkungan 4, Pasar 5, Jalan Rawe 2, Gg Sarino, Martubung, Kecamatana Tangkahan, Medan Labuhan," ujar Aulia.

Aulia berharap setelah ditangani tim medis penyakit Luqyana, bisa disembuhkan.

"Akhirnya harapan keluarga itu mendapat perhatian serius dari pemerintah Kota Medan, Jum'at (9/7), Luqyana (dibawa) ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Semoga lekas sembuhnya nak. Insyallah sehat dan bisa main lagi," tulis Aulia.

Sebelumnya Dedi mengatakan anaknya lahir di kampungnya di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Saat baru lahir, awalnya keluarga menemukan luka kecil di kaki Luqyana, mereka mengira itu luka karena proses persalinan.

“Sama bidan dikasih obat luka gitu. Tapi seminggu timbul luka lain, naik (sampai) ke atas. Ada benjolan kayak kena knalpot gitu, semakin hari terus, naik lagi ke atas sampai kepala,”ujar Dedi kepada Kumparan, Selasa (6/7).

Setelah kejadian itu, Dedi yang bekerja sebagai sopir pabrik di Medan, mengajak keluarganya pindah ke Medan.


Alasannya karena Dedi menduga penyakit anakya disebabkan limbah merkuri. Mengingat di Madina banyak penambang emas ilegal dan kebanyakan mereka menggunakan merkuri sebagai bahan, mencari emas di sugai.

“Ada sungai di belakang rumah mertua dulu, kami tinggal di rumah mertua dulu, sungainya bekas tambang semua. Kalau hujan deras memang aliran hujan ke sungai itu semua perginya,”ujar Dedi

Selain itu, Dedi juga ingin sang anak, bisa dirawat maksimal di sejumlah Rumah Sakit di Medan. Mulai dari RSUP Adam Malik hingga Rumah Sakit USU mereka sambangi. Namun nahas penyakit Luqyana kian mengganas.

“Seluruh badan sudah (mengelupas), giginya sudah patah-patah itu, udah busuk. Kukunya udah copot semua. Kuku kaki sama tangan,”ujar Dedi.(*/mtc)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru