Yuan China Tertekan ke Level Terendah, Dolar AS Menguat
Disebabkan kekhawatiran atas dampak solvabilitas pengembang properti, Evergrande yang membuat pasar keuangan takut dan mengangkat mata uang safehaven seperti dolar AS.
Ekonomi
Disebabkan kekhawatiran atas dampak solvabilitas pengembang properti, Evergrande yang membuat pasar keuangan takut dan mengangkat mata uang safehaven seperti dolar AS.
Ekonomi
Analis Monex Investindo Futures Andian Wijaya memproyeksikan rupiah masih akan melemah terhadap dolar AS di awal pekan. Faktor utama yang menekan rupiah adalah dolar AS didukung optimisme pemulihan ekonomi AS yang terjadi lebih cepat dari prediksi.
Ekonomi
Penguatan emas datang setelah indeks dolar AS tertekan dan berada di posisi terendah dalam tiga bulan. Hal ini meningkatkan daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya.
Ekonomi
Aksi besarbesaran di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020, besok, berencana akan digelar Elemen buruh. Aksi tersebut digelar untuk menuntut pemerintah membatalkan Rancangan UndangUndang (RUU) Omnibus Law
Nasional
Pada perdagangan akhir pekan ini (3/4/2020) rupiah tercatat menguat sebanyak 0,39% ke level Rp 16.430 per dolar AS.
Ekonomi
Rupiah diprediksi masih akan tertekan pada pekan depan, Setelah melemah dalam sepekan ini. Rupiah spot melemah 0,07% ke Rp 13.760 per dolar Amerika Serikat (AS), Jumat (21/2/2020). Dalam sepekan, rupiah melemah 0,49%.
Ekonomi
Investor pasar saham AS optimis setelah Beijing dan Washington pada pekan lalu menyetujui perjanjian ekonomi dan perdagangan fase satu. Hal itu pun membuat Dow Jones Industrial Average, S&P 500 dan Nasdaq Composite Index memperpanjang kenaikan.
Ekonomi
Belakangan, semua indeks konstituen, tak terkecuali indeks Kompas100 juga kompak menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah memulai fase window dressing.
Ekonomi
Legislasi AS yang mengancam adanya sanksi pelanggaran hak asasi manusia dan akan melindungi otonomi Hong Kong, memicu China untuk memperingatkan langkah pembalasan. "Pasar hanya sedikit bereaksi karena belum ada detail pembalasan," kata Ken Odel
Ekonomi
Harga minyak tertekan di tengah potensi negosiasi dagang Amerika Serikat (AS) yang diramal mandek. Ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pembicaraan dagang AS-China berjalan lebih lambat daripada prediksi dia. Trump pun membantah p
Ekonomi