Rabu, 26 Agustus 2026 WIB

Ketua BFLF Aceh Selatan: Keluhan Puding Pendonor di UTD RSUDYA Harus Jadi Evaluasi Pelayanan

Redaksi - Rabu, 05 Agustus 2026 21:00 WIB
Ketua BFLF Aceh Selatan: Keluhan Puding Pendonor di UTD RSUDYA Harus Jadi Evaluasi Pelayanan
Ketua BFLF Aceh Selatan.

MATATELINGA, Tapaktuan :Menyikapi pemberitaan mengenai adanya keluhan pendonor darah yang tidak menerima extra fooding berupa puding di Unit Transfusi Darah (UTD) RSUDYA Tapaktuan, Ketua Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, mengajak seluruh pihak untuk melihat persoalan tersebut secara bijaksana dan menjadikannya sebagai momentum evaluasi dalam meningkatkan pelayanan kepada para pendonor darah.


Menurut Gusmawi, apabila benar sempat terjadi kendala ketersediaan extra fooding, maka hal itu hendaknya dipahami sebagai persoalan yang perlu segera diperbaiki, bukan untuk saling menyalahkan. Yang terpenting adalah memastikan pelayanan kepada pendonor terus ditingkatkan sehingga mereka merasa dihargai dan nyaman setiap kali mendonorkan darah.

Baca Juga:

"Pendonor darah adalah pahlawan kemanusiaan. Mereka datang dengan sukarela, tanpa mengharapkan imbalan, hanya untuk membantu menyelamatkan nyawa orang lain. Karena itu, sudah sepantasnya mereka mendapatkan pelayanan terbaik," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemberian extra fooding bukan sekadar memberikan puding atau makanan ringan, tetapi merupakan bagian dari standar pelayanan yang memiliki manfaat bagi pendonor. Selain membantu memulihkan energi setelah donor darah, extra fooding juga dapat mengurangi rasa lemas atau pusing, memberikan kenyamanan, serta menjadi bentuk penghargaan atas kepedulian para pendonor.

Baca Juga:
Lebih dari itu, pelayanan yang baik akan menciptakan pengalaman positif bagi pendonor sehingga mereka terdorong untuk kembali mendonorkan darah secara rutin. Hal ini sangat penting dalam menjaga keberlangsungan stok darah yang aman dan mencukupi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Gusmawi, tujuan utama penyediaan extra fooding adalah menjaga kondisi fisik pendonor setelah donor darah, memberikan asupan energi sebagai bagian dari proses pemulihan, meningkatkan kepuasan terhadap pelayanan, sekaligus membangun budaya donor darah sukarela yang berkelanjutan.

BFLF Aceh Selatan berharap seluruh pihak dapat terus bersinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para pendonor. Keberhasilan memenuhi kebutuhan darah tidak hanya ditentukan oleh banyaknya masyarakat yang bersedia donor, tetapi juga oleh kemampuan memberikan pelayanan yang membuat mereka ingin kembali mendonorkan darah.
"Jangan pernah menganggap remeh perhatian kecil kepada pendonor. Bagi sebagian orang, puding mungkin hanyalah makanan ringan. Namun bagi seorang pendonor, perhatian kecil seperti itulah yang menumbuhkan rasa dihargai. Pelestarian pendonor darah tidak hanya bergantung pada ajakan untuk donor, tetapi juga pada bagaimana kita menghormati dan menjaga kenyamanan mereka agar tetap bersedia kembali mendonorkan darah demi menyelamatkan sesama," tutup Gusmawi.

Baca Juga:

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Pendonor Darah Keluhkan Tak Dapat Puding di UTD RSUDYA Tapaktuan, Rumah Sakit Akui Sempat Terkendala Stok
Pasca Dua Terdakwa Kabur, PN Tapaktuan Perkuat Ruang Tahanan dengan CCTV dan Jeruji Besi
DPO Kasus Migas Ditangkap Tim Tabur Kejari Aceh Selatan, Sempat Buron Empat Pekan
Ketua KOMNAS Anak Kunjungi Asahan Diterima Wakil Bupati
Raker DPRD Medan : Mengakselerasi Fungsi Pengawasan untuk Peningkatan Pembangunan
Dua Penumpang Selamat, Speed Boat Mati Mesin di Perairan Tapaktuan Dievakuasi Tim SAR
 
Komentar
 
Berita Terbaru