Senin, 13 Juli 2026 WIB

Jualan Sate Keliling Demi Keluarga, Perjuangan Afrizal di Aceh Selatan Bertahan di Tengah Istri Sakit dan Motor yang Kerap Mogok

Redaksi - Senin, 13 Juli 2026 20:00 WIB
Jualan Sate Keliling Demi Keluarga, Perjuangan Afrizal di Aceh Selatan Bertahan di Tengah Istri Sakit dan Motor yang Kerap Mogok
Jual sate keliling.

MATATELINGA, Aceh Selatan :Di balik ramainya aktivitas masyarakat di Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, tersimpan kisah perjuangan seorang ayah yang tak pernah menyerah menghadapi kerasnya kehidupan. Afrizal (49), warga Desa Payong Nangadang, setiap hari mengayuh harapan dengan menjajakan sate keliling demi memenuhi kebutuhan istri dan anak semata wayangnya yang kini duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Bersama sang istri, Santi Yosepa, Afrizal menjalani kehidupan sederhana dengan mengandalkan penghasilan dari berjualan sate. Meski pendapatannya tidak menentu, ia tetap berusaha menghidupi keluarganya di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi.

Setiap pagi hingga sore, Afrizal berkeliling dari Desa Payong Nangadang menuju pusat Kecamatan Samadua menawarkan dagangannya. Namun, hasil yang diperoleh sangat bergantung pada jumlah pembeli.
Pada hari yang ramai, ia mampu membawa pulang sekitar Rp150.000. Sebaliknya, ketika pembeli sepi, penghasilannya hanya berkisar Rp30.000. Bahkan, tidak jarang sate yang dibawanya tidak habis terjual.
Untuk mengejar tambahan penghasilan, Afrizal rela menempuh perjalanan lebih jauh hingga ke Kecamatan Tapaktuan dan Sawang. Baginya, setiap kilometer yang ditempuh adalah ikhtiar agar keluarganya tetap bisa bertahan.
Cobaan hidup Afrizal semakin berat ketika istrinya mulai mengalami gangguan kesehatan sejak anak mereka masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Dalam tiga bulan terakhir, sang istri bahkan harus beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit.
Kondisi tersebut membuat beban ekonomi keluarga semakin meningkat. Seluruh kebutuhan rumah tangga, biaya pengobatan, hingga pendidikan anak harus dipenuhi dari hasil berjualan sate yang jumlahnya tidak menentu.
Di tengah tekanan ekonomi, Afrizal memilih untuk tetap bekerja. Dengan sepeda motor tua yang telah menemaninya selama puluhan tahun, ia terus berkeliling meski harus menghadapi terik matahari maupun hujan deras.
Namun kendaraan yang menjadi satu-satunya alat mencari nafkah itu justru sering mengalami kerusakan.
"Kendala saya dalam berusaha menjual sate ini hanya sepeda motor saya sering mogok, sehingga waktu saya selalu habis untuk memperbaiki dan membuat saya terlambat berjualan, hingga terkadang jualan saya tidak habis laku terjual," ujar Afrizal, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, keterlambatan akibat motor yang kerap mogok membuat kesempatan mendapatkan pembeli semakin berkurang. Akibatnya, penghasilannya ikut menurun.
Meski dihimpit berbagai persoalan, Afrizal mengaku tidak kehilangan harapan. Ia berharap ada perhatian dari pemerintah daerah maupun masyarakat yang memiliki kemampuan untuk membantu meringankan beban keluarganya.
"Saya berharap yang baik kepada pemerintah maupun masyarakat dapat membantu saya, kiranya memberikan rezeki kepada saya sekeluarga. Jika ada kemudahan, saya juga berterima kasih jika dapat dikirimkan bantuan melalui nomor rekening yang ada," katanya.
Bantuan tersebut, menurut Afrizal, akan digunakan untuk memperbaiki sepeda motor yang selama ini menjadi alat utama mencari nafkah. Dengan kendaraan yang layak, ia berharap dapat berjualan lebih lancar sehingga mampu memenuhi kebutuhan pengobatan istrinya sekaligus membiayai pendidikan anak mereka.Kisah Afrizal menjadi potret perjuangan ribuan pekerja sektor informal yang bertahan di tengah tekanan ekonomi. Di balik sederet keterbatasan, ia tetap memilih bekerja dengan penuh martabat demi keluarganya, sembari berharap kepedulian dari sesama dapat menjadi jalan untuk meringankan beban yang selama ini dipikul seorang diri.

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Perkara Satelit 123 BT, Ahli: BPKP Hitung Kerugian Negara Bentuk Kesewenang-wenangan
Kerugian Keuangan Negara Cuma Potensi, Dakwaan Oditur Perkara Satelit Orbit 123 BT Mulai Runtuh
RS Adam Malik Perkuat Layanan Paru dengan Alat EBUS untuk Diagnostik Penyakit
Mengayuh Harapan dari Lhok Bengkuang, 13 Tahun Arbaini Menjajakan Bakso Bakar Demi Keluarga
Kuba Mengalami Pemadaman Listrik Total, Coba Anda Bayangkan
RSJ Prof. Dr. M. ILdrem Provsu, Sahabat Keluarga dengan Masalah Kejiwaan Hadir di Gedung Serbaguna PRSU
 
Komentar
 
Berita Terbaru