Opini

Suara Milenial di Kahmi Medan. Tergerus atau Hanyut

Administrator
Mtc/Ist
Irwansyah Putra Nasution SH
Suara Milenial di Kahmi Medan. Tergerus atau Hanyut

Oleh

Irwansyah Putra Nasution SH

Kabid Hukum dan Ham Periode 2008-2009


Pemilihan calon ketua Kahmi Medan akan segera dilaksanakan. Berdasarkan pengumuman panitia pembukaan akan dilaksanakan pada Jumat, 9 April 2021 di Asrama Haji, Medan, Sumatera Utara.



Ada lima calon kandidat yang resmi mendaftarkan diri yakni Delyuzar (53) alumni HMI Komisariat FK USU, Mardana Nainggolan (50), alumni Komisariat FMipa Unimed , Laksamana Putra Siregar (46), Furqon alumni Komisariat FMIPA USU dan Mahful Taufik, alumni Komisariat FE USU.


Pertarungan ide dan gagasan untuk membangun Kahmi Medan terus bergulir bahkan sudah memasuki body shaming. Tak jarang saling sindir di grub-grub whaataps bahkan intimidasi ala aktifis HMI dan hanya berlaku di HMI.


Alumni milinial dalam kisaran angkatan 2000 an hingga saat ini, hanya mampu mengikuti gerbong senior atau alumni tua. Berbagai alasan diantaranya karena alasan figur yang mengajak, senior tua yang dianggap mapan dan yang terakhir tidak percaya diri.


Bila dibandingkan, dari semangat, waktu, kemapanan bahkan kekompakan, alumni milenial sangat potensial membentuk gerbong baru dan bergaining untuk mengambil posisi tawar yang tinggi dibandingkan jadi lembu yang dicucuk hidungnya.


Baca Juga:Wali Kota Ikuti Musrenbang Provinsi Sumut

Posisi Tawar


Alumni milenial harus mampu menduduki posisi strategis kedepannya terkhusus di struktur Kahmi Medan. Dari jabatan sekretaris hingga wakil ketua. Kenapa begitu?


Beberapa alasan yang bisa diungkap yakni :


1. Dari segi waktu, alumni milenial lebih mempunyai waktu luang untuk bertemu dan berkumpul, apalagi buat menyalurkan hak suara. Bagi generasi milinial, bukan siapa ketuanya tapi siapa yang mengajak. Kedekatan emosional untuk merangkul sangat diperhitungkan.


2. Suara milenial menetukan siapa ketua Kahmi Medan kedepannya. Kenapa? Alumni tua bisa dihitung waktu untuk berkumpul. Selain mereka sudah profesional, bisnis atau pendapatan lebih didahulukan dari pada ngumpul ngalur ngidul buang waktu.


Sedangkan milenial, faktor memperlihatkan jadi diri dan independensi sangat mempengaruhi.


Penulis
: Irwansyah Putra Nasution SH
Editor
: Amrizal
Tag:Kota MedanSuara MilinealSumutblibliIndexOpiniTraveloka

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.