Nasional

Akankah Dewas KPK Masih Punya Tanji usai MK Putuskan Penyadapan dan Penggeledahan Tak Perlu Izin Dewas KPK

rizky
Mahkamah Konstitusi (MK).
MATATELINGA. Jakarta - Gugatan dengan nomor perkara 70/PUU-XVII/2019 itu diajukan oleh Fathul Wahid, Abdul Jamil, Eko Riyadi, Ari Wibowo, dan Mahrus Ali. Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan perkara uji materi terkait Undang-Undang Nomor 19 tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.



Para pemohon mengajukan gugatan formil dan gugatan materiil terhadap sejumlah pasal dalam UU KPK, diantaranya Pasal 1 angka 3, Pasal 3, Pasal 12B, Pasal 12C, Pasal 24, Pasal 37B ayat (1) huruf b, Pasal 40, Pasal 45A ayat (3) huruf a, dan Pasal 47 ayat (1). Namun, MK mengabulkan sebagian uji materi, sedangkan tentang uji formal, MK menolak secara keseluruhan gugatan.


Baca Juga:Soal Jumlah Alat Uji Cepat Bekas Polda Sumut akan Berkoordinasi dengan Auditor

"Mengabulkan permohonan para Pemohon untuk sebagian," ujar Ketua Majelis Hakim MK, Anwar Usman dalam sidang pembacaan putusan yang disiarkan secara virtual di Youtube MKRI, Selasa (04/05/2021).



MK menerima permohonan uji materil terkait pertanggungjawaban penyadapan dan izin penggeledahan serta penyitaan oleh Dewan Pengawas KPK. Namun, KPK hanya perlu memberitahukannya kepada Dewas terkait kegiatan tersebut.


Sebabnya, MK menganggap Dewas bukanlah bagian dari penegakan hukum sehingga kewajiban izin dari Dewas disebut sebagai campur tangan dalam penegakan hukum. Seharusnya, kewenangan projustitia hanya milik lembaga penegak hukum saja. (Mtc/Okz)


Penulis
: Mtc/Okz
Editor
: Rizky
Sumber
: Okezone
Tag:Dewas KPKKPKMatatelingapenggeledahanpenyadapanTak Perlu Izin Dewas KPKTerkiniUU KPK

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.