Kamis, 24 September 2026 WIB

Banyak RS Kapasitasnya Hampir Melebihi Batas Tangani Pasien Corona

- Senin, 23 Maret 2020 19:00 WIB
Banyak RS Kapasitasnya Hampir Melebihi Batas Tangani Pasien Corona
Hand Over
MATATELINGA | Jakarta : Kemenkes mengakui banyak rumah sakit rujukan virus corona di Indonesia mulai kewalahan untuk merawat pasien corona. Sebab, jumlah masyarakat yang dirawat maupun ingin memeriksakan diri dari virus corona terus bertambah setiap harinya.

Banyaknya jumlah pasien itu tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis yang ada. Sehingga menyebabkan sejumlah rumah sakit kelebihan kapasitas





"Sekarang rumah sakit kita didatangi banyak orang dan kapasitasnya hampir melebihi batas yang ada," kata juru bicara penanganan virus corona, Achmad Yurianto dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (22/3/2020).

Namun tidak disebutkan secara rinci rumah sakit yang mengalami kelebihan kapasitas itu.

Pria yang akrab disapa Yuri itu mengatakan, sebenarnya banyak masayarakat yang tidak perlu dirawat atau sampai harus ke rumah sakit untuk memeriksakan diri terkait corona. Mereka cukup melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Kalau kita teliti, banyak di antara mereka sebenarnya enggak perlu diindikasikan masuk rumah karena positif keluhan ringan. Cukup isolasi diri," ucap Yuri.





"Lalu bagaimana kita isolasi diri? Bahwa kita secara aktif melakukan upaya pencegahan agar tidak menularkan ke orang lain manakala kita menduga diri kita sedang sakit. Tinggal di rumah, batasi kontak, tidak pake alat makan bersama-sama, monitoring kesehatan rutin, konsul terus menerus ke tenaga kes profesional ke 119, maupun melalui unicorn l lain-lain," jelasnya.

Hingga Minggu sore, tercatat sudah 514 orang terinfeksi virus corona. Sementara 48 pasien meninggal dan 29 sembuh. Yuri pun berpesan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan tidak panik dengan virus ini.

"Kami menyadari bahwa semua ingin sehat enggak ingin kena penyakit ini. Kalau muncul gejala kita harap yang pertama tidak panik, konsul segera ke Faskes terdekat, dokter puskesmas, rumah, dokter di sana. Kemudian dokter profesional menilai apakah ada indikasi yang kuat untuk kemudian kita lakukan swab untuk mencari kemungkinan terinfeksi virus dan seberapa berat dan harus dirujuk," tutupnya.
Editor
:
Sumber
: Okz
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru