Asian Development Bank (ADB) Beri Pinjaman USD500 juta Ke Indonesia Lho
- Selasa, 20 November 2018 21:46 WIB
google
Ilustrasi: Dolar AS
MATATELINGA, Jakarta: Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia memberikan pinjaman bantuan darurat pendanaan sesegera mungkin untuk rehabilitasi dan rekonstruksi yang diarahkan pada kebutuhan penting. Seperti, tempat tinggal sementara, perlindungan sosial dan pelayanan sosial, serta pemulihan ekonomi melalui bantuan dana, skema perkreditan, dan program-program peningkatan keahlian senilai USD500 juta untuk penanganan bencana alam yang terjadi di Lombok dan Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.
"Ujar Direktur ADB untuk Divisi Manajemen Publik, Sektor Finansial dan Perdagangan Asia Tenggara Sona Shrestha, Paket bantuan komprehensif dari ADB akan menyediakan dukungan pembiayaan yang cepat dan fleksibel bagi pemerintah agar dapat memitigasi dampak buruk akibat bencana alam ini," Dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (20/11/2018).
Pinjaman ini merupakan bagian dari serangkaian upaya tanggap bencana ADB. Pada bulan Oktober, ADB menyetujui hibah darurat senilai USD3 juta yang berasal dari Dana Tanggap Bencana Asia Pasifik (Asia Pacific Disaster Response Fund) guna mendukung upaya pemerintah untuk memberi bantuan segera di Sulawesi Tengah. Selain itu, juga membantu pemerintah dengan bantuan teknis untuk kajian kebutuhan pascabencana dan perencanaan rekonstruksi.
"Dia menjelaskan, pinjaman tersebut jadi bagian dari respons ADB terhadap dua provinsi terdampak bencana alam yang diperkirakan mengalami kerugian sebesar UD2,2 miliar. Menurutnya, modalitas pinjaman yang disalurkan dengan cepat akan memastikan pemulihan pascabencana dan pembiayaan rehabilitasi dapat dipenuhi tanpa mengganggu pengeluaran pembangunan ekonomi dan sosial yang lain dalam anggaran negara."
Tmbahnya, "Pertumbuhan kedua provinsi diperkirakan akan turun hingga separuh, lapangan pekerjaan akan menyusut, dan kemiskinan akan melonjak. Dukungan ADB akan membantu pemerintah memitigasi berbagai dampak tersebut," kata Spesialis Manajemen Publik ADB Robert Boothe.
Disisilain, "ADB juga sedang menyiapkan pinjaman proyek bantuan darurat senilai USD500 juta untuk mendukung rekonstruksi dan relokasi infrastruktur kritis dalam jangka menengah," kata dia.
Terakhir, "ADB dan pemerintah sedang menyiapkan bantuan teknis untuk membangun kapasitas untuk menguatkan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan keuangan dari rencana rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut." Imbuhnya.