MATATELINGA, Jakarta: Polisi mengaku masih kesulitan untuk menangkap pelaku vandalisme kereta milik MRT Jakarta. Pasalnya, selama ini pelaku yang diduga seorang Warga Negara Asing (WNA) tersebut sering berpindah-pindah negara sehingga lolos dari pantauan petugas.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengungkapkan, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan Interpol untuk terus melacak ke negara mana saja pelaku singgah.
"Dia termonitor berpindah-pindah negara. Dia punya hobi (traveling) memang," ungkap Indra saat dikomfirmasi, Kamis (11/10/2018).
Indra juga mengaku telah mengantongi identitas pelaku, hanya saja dia belum mau membeberkannya sebelum pelaku berhasil ditangkap. Pelaku teridentifikasi memiliki hobi grafiti dan telah menjelajahi berbagai negara.
"Berdasarkan beberapa info, mereka memang sering membuat sensasi seperti itu, menggambar di beberapa tempat-tempat yang menurut mereka strategis," tegas Indra.
Sebelumnya diberitakan, tim keamanan kontraktor MRT Jakarta tiba-tiba mendapati sebuah gerbong kereta dalam keadaan tercoret dengan bentuk grafiti pada Jumat 21 September 2018. Kejadia itu langsung dilaporkan ke Polres Cilandak untuk tindak lanjut.