Selasa, 18 Agustus 2026 WIB

OTT KPK, Blok Blok Lapas Kelas 1 Cipinang di Geledah Petugas Hukum dan Ham

- Senin, 23 Juli 2018 07:45 WIB
OTT KPK, Blok Blok Lapas Kelas 1 Cipinang di Geledah Petugas Hukum dan Ham
Hand Over
petugas Hukum dan Ham RI sedang melakukan pemeriksan disalah satu blok dihuni Napi
MATATELINGA, Jakarta:   Terkait dengan operasi tangkap tangan (OTT) oleh  KPK,  secara mendadak petugas Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) melakukan sidak di Lapas Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur. Dalam sidak tersebut, petugas mengeluarkan sejumlah barang elektronik, alat komunikasi hingga senjata tajam dari dalam kamar tahanan.


Kepala Lapas kelas I Cipinang R Andika Dwi Prasetya kepada wartawan di lokasi, Minggu (22/7/2018  menyebutkan, "Sebagaimana arahan, malam ini dikeluarkan barang- barang yang dilarang berada di dalam kamar tahanan, misalnya alat-alat yang menggunakan listrik baik yang dalam pemahamannya bermanfaat bagi warga binaan maupun yang membahayakan termasuk juga alat komunikasi, yang pastinya senjata tajam maupun benda-benda yang dapat membahayakan nyawa seseorang," .


Tambah Andika, sidak dilakukan pada malam ini sesuai dengan arahan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Sebanyak 100 personel dikerahkan dalam sidak tersebut.

"Kurang lebihnya ada 100 personel yang ditugaskan untuk menggeledah terhadap kamar-kamar dan blok hunian tahanan ini," ujarnya.

Menurutnya, sidak kali ini difokuskan di Blok Tipe III Wisma Wahyudim Suryobroto. Andika menjelaskan blok tersebut dihuni oleh warga binaan kasus tindak pidana kriminal umum, kasus narkotika, dan tindak pidana korupsi.


"Blok tersebut berisi 285 orang, terdiri dari 110 kamar. Yang mana penghuni blok yang kami geledah mereka yang dijatuhi hukuman 10 tahun ke atas, seumur hidup, dan pidana mati," sebutnya.

Dia menuturkan, hingga hari ini total penghuni Lapas Kelas 1 Cipinang sebanyak 3.646 orang. Menurutnya jumlah itu jauh melebihi kapasitas seharusnya lapas yang hanya 800 orang.

"Di mana kapasitasnya sendiri hanya 800 orang, bisa dibayangkan bahwa penghuni sangat jauh melebihi kapasitas yang ada," akunya.
Editor
:
Sumber
: Detik.com
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru