Matatelinga.com, Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Rudy Sufahriadi menjelaskan kronologi ditangkapnya Basri, salah satu pimpinan kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) di Poso Pesisir, Sulawesi Tengah.
Dia menjelaskan, Satgas Tinombala sedang menyisir kawasan hutan yang diduga jadi tempat persembunyian anggota kelompok Santoso. Saat itulah terjadi baku tembak yang kemudian menewaskan Andika.
"Ketika pasukan sedang patroli ada yang tertembak dan tertangkap salah satunya Basri. Sekarang pasukan sedang mengejar di mana istri Basri dan kelompok lainnya," kata Rudy di Kompleks STIK-PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (14/9/2016).
Rudy mengungka, Basri sudah dianggap sebagai pimpinan kelompok MIT, setelah Santoso tewas dalam ditembak oleh Satgas Tinombala.
"Basri ini adalah yang lari dari Ambana Tahun 2007, kita vonis di sana, Basri ini menurut kelompok dan teman-temannya ini yang akan mimpin menggantikan Santoso rencananya," katanya.
Setelah ditangkapnya Basri, hanya 13 orang DPO kelompok Santoso yang tersisa. "Sisa berarti tinggal 13," tutupnya.
(Fit/Okz)