Senin, 01 Juni 2026 WIB
Sidang MKD

Ingin Tahu Apa Isi Pembicaraan di Sidang MKD, Berikut Rekamannya !!

Admin - Kamis, 03 Desember 2015 12:55 WIB
Ingin Tahu Apa Isi Pembicaraan di Sidang MKD, Berikut Rekamannya !!
google

Matatelinga.com, Sidang kode etik Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Rabu 2 Desember 2015 selain menghadirkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, juga mendengarkan rekaman pembicaraan.

Pembicaraan itu diduga melibatkan Ketua DPR Setya Novanto (SN), pengusaha minyak M Riza Chalid (MR), dan Presiden Direktur PT Freeport Maroef Sjamsoeddin (MS) pada malam harinya sesaat sebelum sidang usai.

Sejumlah nama besar disebutkan dalam pembicaraan yang berlangsung selama 120 menit itu. Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), dan juga Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan disebut ketiga orang yang ada dalam pembicaraan itu.

Tiga orang dalam rekaman itu banyak membicarakan rencana divestasi saham dan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Disini nama Presiden Jokowi, Wapres JK dan Luhut banyak disebut dalam pembicaraan itu. Selain itu, nama Menteri BUMN, Rini Soemarno juga disebut.

Nama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Yuddy Chrisnandi juga disebut dalam percakapan itu. Nama politisi Partai Hanura itu disebut di awal pembicaraan dengan topik pembicaraan jelang pernikahan anak Setya Novanto. Dilansir laman okezone.com

Sejumlah nama menteri di Kabinet Kerja juga disebut dalam rekaman itu, di antaranya Menteri Perhubungan Ignatius Jonan, mantan Menteri Bappenas Andrinof Chaniago. Nama Wakil Ketua DPR juga disebut satu kali yakni Fahri Hamzah dan Fadli Zon.

Berikut transkrip rekaman lengkap berdurasi 120 menit itu :

MS: Assalaamualaikum Pak


SN dan MR: Widiiiihh


SN: Gak keluar Pak


MS: Enggak Pak, ada tahllilan.


SN: Gak ke Solo?


MR: Besok?


MS: Ke Solo kan lusa


SN: Kan acaranya 11, Kamis ya


MR: Bukan 12, kata Lucas. Pak Luhut pesen musti ketemu dia.


SN: Yang bayar duluan


MR: Gua duluan ya.


MS: Wah ramai


MR: Loe mau ngikut pesawat gua gak.


SN: Pak Luhutnya kan


MR: Gua sebentar, gua salaman, gua ketemu Pak Luhut gua kabur ke airport. Habis mau ngapain lagi lama-lama, yang penting buat kita nongol, salaman, ketemu Pak luhut udah.


MS: Airport sama kota kan deket.


MR: Iya


MS: Cuma macetnya Solo itu.


MR: Kalau gak naik itu, bisa jam 3 hari hari. Kalau mau. Tapi kira-kira kan bapak kira-kira sudah dapat Garuda kan. Freeport nyupport? (untuk pernikahan anak Jokowi)


MS: Nggak ada. Nggak ada kita


MR: Maklumlah presidennya, sudah banyak. (ketawa)


MS: Tidak mungkin juga terbatas kali. Bikinnya kan di Solo. Kalau seperti Pak SBY dulu bikinnya di istana kan besar-besaran. Kapasitasnya juga besar.


MR: Ini cuma 2000, 3000.


MS: Itu yang diundang. Belum keluarga. Kapasitas terbatas.


SN: Saya ditanyain wartawan di kita, Pak itu kan dibatasi oleh Menteri PAN hanya 400. Presiden sudah 2000-3000. Ya nggak ada masalah, namanya masyarakat pengin ketemu presiden.


MS: Menteri PAN kan kadang masih ecek-ecek. Dia pikir, entar gua ngawinin gua sudah pensiun. Ya kan, anaknya Menteri PAN kan masih kecil-kecil. Bayangin aja 400.


MR: Suka-suka dia Pak


MS: Susah Pak, budaya orang Indonesia kan ndak bisa begitu Pak. Bagi orang barat 400 sudah besar banget


MR: Pak Syaf waktu ngawinin anaknya, banyak, pokoknya gua gak peduli. Pesta gua yang bikin.


SN: Syaf siapa?


MR: Syafruddin.


SN: Ooo


MR: Banyak yang datang.


MS: Mana mungkin itu pak.


MR: Tapi jangan saya katanya gitu. Ada aja alasannya.


MS: Susah pak budaya kita budaya kekeluargaan


SN: Nanti saya Desember. Eh membengkak


MR: 9000 lebih. Yang bikin acarnya caranya gitu. Jadi caranya undangan yang kanan untuk besan saja, yang kiri kita. Jadi bukan saya yang undang tapi besan saya. Selesai


(Fit)

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru