Kamis, 28 Mei 2026 WIB
PLN

Komisaris Utama PLN Resmi Dicopot !!

Admin - Selasa, 10 November 2015 12:21 WIB
Komisaris Utama PLN Resmi Dicopot !!
google
Chandra Hamzah

Matatelinga.com, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) resmi mencopot Chandra Hamzah dari jabatannya sebagai Komisaris Utama. Saat ini jabatan Chandra digantikan oleh mantan Kepala Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kuntoro Mangkusubroto.

Deputi Bidang Energi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Edwin Hidayat mengatakan pencopotan bekas pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu lantaran perseroan ingin memperkuat strategis bisnis ke depannya.

"Pak Kuntoro menggantikan Pak Chandra, alasannya strategi saja dan mempererat hubungan regulator (Kementerian ESDM) dan operator (PLN)," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (10/11/2015).

Selain Kuntoro, PLN juga mengangkat Direktur Jendral Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman sebagai komisaris menggantikan Sumanggar Milton Pakpahan. Alasannya Milton akan diangkat menjadi komisaris utama di perusahaan lain.

Edwin mengungkapkan, pengangkatan komisaris tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri BUMN setelah dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Kuntoro sendiri tidak hadir dalam pengangkatannya ini karena sedang tidak berada di Indonesia.

"SK itu efektifnya ya per RUPS, tapi pemberitahuan sudah 14 hari yang lalu. Yang penting ada yang mewakili, beliau sedang di luar negeri, yang penting sudah ada pemberitahuan," jelas dia.

Edwin juga menegaskan, pengangkatan Kuntoro dan Jarman tersebut telah sesuai dengan prosedur yang berlaku di perusahaan BUMN. "Kalau komisaris utama itu harus melalui proses TPA (tim penilai akhir) dan terakhir di presiden. Kalau komisaris memang kita melihat ada kebutuhan untuk diwakilkan oleh regulator, maka setelah rapat pimpinan Menteri BUMN memutuskan Jarman," ungkapnya.

Sebelumnya, Chandra Hamzah pada medio September lalu sudah menolak pencopotan dirinya dari komisaris utama PLN untuk dipindahkan ke Bank Tabungan Negara (BTN). Dia beralasan saat ini sedang nyaman menggarap proyek listrik 35.000 mega watt (MW) di PLN.

Di PLN sendiri, Chandra juga menduduki sebagai komut sejak Desember 2014. Dia merasa sedang adanya hubungan kerja yang baik dalam perusahaan listrik pelat merah itu. "Bersama PLN, chemistry kerja saya sedang bagus-bagusnya. Dan kita juga punya proyek 35.000 MW," kata Chandra di Jakarta. Chandra juga mengaku merasa tidak kompeten mendapat jabatan komut di perbankan milik BUMN itu. Chandra dipilih menjadi komut BTN sejak awal September tahun ini.

Padahal, jika dilihat, BTN juga sedang menggarap proyek besar yakni program Pembangunan Satu Juta Rumah Murah. Namun, Chandra tetap menganggap tidak merasa cocok duduk menjadi komisaris di sana.

Walau mengajukan penolakan, Chandra tetap menyerahkan nasibnya kepada Kementerian BUMN selaku pemegang saham. "Mengenai status saya sekarang Komisaris PLN, saya serahkan kepada Ibu Menteri (Rini Soemarno). Sementara kepada BTN sendiri, saya tidak bersedia jadi Komisaris BTN," terangnya. Demikian dilansir laman merdeka.com


(Fit)

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru