Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Sumut Gelar Bakti Kesehatan Donor Darah untuk Kemanusiaan
MATATELINGA,Medan Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke80, Polda Sumatera Utara menggelar kegiatan Bakti Keseha
Lifestyle
MATATELINGA - Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) terus dibayangi oleh teka-teki pembiayaan energi yang tidak pernah usai. Salah satu pos pengeluaran yang paling menguras energi fiskal kita adalah subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), yang sayangnya, kerap kali meleset dari target keadilan sosial.
"Besaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) selalu berfluktuasi setiap tahunnya. Hal ini terjadi karena anggaran belanja energi dalam APBN sangat dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu harga minyak mentah dunia (Indonesian Crude Price atau ICP), nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat, serta volume konsumsi masyarakat," kata Djoko Setijowarno , Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata melalui keterangan tertulisnya, Senin (15/6/2026).
Pria yang aktif di Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat itu mengatakan bahwa realisasi subsidi BBM pada tahun 2022 sempat melonjak hingga Rp 551,2 triliun, sebelum akhirnya turun menjadi Rp 375 triliun pada 2023, dan menyusut tajam ke angka Rp 113,3 triliun pada 2024.
Baca Juga:
"Namun, angka ini kembali melonjak signifikan pada tahun 2025 menjadi Rp 394,3 triliun, hingga akhirnya dipatok sebesar Rp 210,1 triliun pada tahun 2026," ujarnya.
Sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 40% dari total konsumsi BBM nasional.
"Namun ironisnya, data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa 93% dari konsumsi BBM subsidi tersebut justru dinikmati oleh kalangan mampu pemilik kendaraan pribadi (roda dua dan roda empat)," ujar Djoko.
Sementara itu, sisanya hanya dinikmati oleh transportasi barang sebesar 4% dan transportasi umum penumpang sebesar 3%.
Baca Juga:
Djoko mengatakan solusi strategis yang diperlukan adalah percepatan Program Transportasi Umum di tingkat daerah.
"Langkah ini krusial, mengingat visi Presiden yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju keempat di dunia pada tahun 2045. Salah satu indikator utama negara maju adalah sistem transportasi publik yang mapan," sebutnya.
Dengan waktu yang tersisa tinggal 19 tahun menuju 2045, kita perlu belajar dari keberhasilan Transjakarta yang telah berjalan selama 20 tahun. Oleh karena itu, program khusus untuk percepatan pembenahan transportasi umum di daerah harus diimplementasikan sejak sekarang.
Namun pada kenyataannya, kondisi saat ini masih jauh dari harapan. Dari 514 pemerintah daerah (pemda) di Indonesia, baru 45 pemda atau sekitar 9% yang sudah membenahi sistem transportasi umum mereka menjadi lebih modern.
Baca Juga:
"Tragisnya lagi, dari jumlah yang sedikit itu, baru sebagian kecil yang mandiri. Saat ini, tinggal dua pemda yang pengoperasiannya masih bergantung pada dana APBN, yaitu Kota Balikpapan melalui Balikpapan City Trans dan Kota Manado dengan Trans Manado," katanya.
Menurut Djoko dari pada mengalokasikan subsidi Rp 5 juta untuk pembelian motor listrik secara umum, anggaran tersebut akan jauh lebih berdampak jika dialihkan untuk menstimulus pemda dalam membenahi transportasi publik. Jika insentif kendaraan listrik tetap berjalan, maka wilayah sasarannya harus dikoreksi. Subsidi ini sebaiknya diprioritaskan bagi masyarakat di pulau-pulau kecil dan kawasan 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar dan Perbatasan} yang menghadapi kendala geografis dalam pasokan BBM.
"Keberhasilan implementasi ini sudah terbukti di Kabupaten Asmat sejak tahun 2007. Keterbatasan akses terhadap BBM selama dua dekade terakhir berhasil diatasi secara mandiri melalui penggunaan motor listrik sebagai pilar utama transportasi lokal masyarakat setempat," katanya.
Menurutnya jika layanan transportasi umum sudah dibenahi dengan baik, masyarakat yang menikmati manfaatnya tentu akan jauh lebih banyak. Lebih dari itu, pemerintah bahkan bisa memberikan fasilitas tarif murah atau bahkan gratis khusus bagi pelajar, mahasiswa, buruh, guru, lansia, penyandang disabilitas, serta kelompok masyarakat kurang mampu.
Baca Juga:
"Pada akhirnya, transportasi umum bukan sekadar alat mobilisasi, melainkan jaring pengaman ekonomi bagi masyarakat . Selain juga mampu menciptakan efisiensi fiskal dan anggaran negara, sistem transportasi yang baik juga berfungsi sebagai mitigasi risiko sosial dan unjuk rasa, meningkatkan keselamatan berkendara, mendorong pemerataan pembangunan dan konektivitas regional, serta memberikan dampak positif bagi perbaikan lingkungan dan tata ruang kota," katanya.
Baca Juga:
MATATELINGA,Medan Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke80, Polda Sumatera Utara menggelar kegiatan Bakti Keseha
Lifestyle
MATATELINGA, Medan Seorang pria bernama Pantas Daniel Simanjuntak (41), nekat mencuri ban truk.Akibatnya, kini warga Jalan Turi Ujung Loron
Berita Sumut
Partai Demokrat mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersamasama menjaga suasana yang kondusif, sejuk, dan produktif di ruang publik, baik
Nasional
MATATELINGA, Aceh Selatan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Selatan secara resmi mencana
Aceh
MATATELINGA Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) terus dibayangi oleh tekateki pembiayaan energi yang tidak pernah usai. Salah s
Nasional
MATATELINGA, Medan Perayaan Milad ke109 Aisyiyah yang dirangkaikan dengan Gebyar Muktamar Muhammadiyah bukan sekadar seremonial biasa. Di
Lifestyle
MATATELINGA, Karo Perumda Tirtanadi Perusahaan Umum Daerah Minum Tirtanadi milik pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang dipimpin Adri
Berita Sumut
MATATELINGA, Lingga Sebagai wujud nyata kepedulian dan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat (KTR), Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 06/Sen
TMMD
MATATELINGA, Lingga Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 06/Senayang, Sertu Harun Ginting, mengikuti rapat koordinasi (rakor)/musyawarah
TMMD
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution berharap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke40 Tingkat Provinsi Sumut menjadi mom
Berita Sumut
MATATELINGA, Deliserdang Polisi menggagalkan aksi tawuran kelompok geng motor di jalan Desa Ramunia I, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Del
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Sebanyak 357 orang yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 11 Debarkasi Medan, terdiri atas 351 jemaah haji dan 6
Berita Sumut