MATATELINGA, Jakarta: Berdasarkan data observasi dan sistem peringatan dini BMKG, secara umum potensi hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem masih terjadi di wilayah Sumatera Selatan, Jawa Barat, hingga beberapa daerah di Indonesia Timur selama sepekan ke depan.
Hal ini disebabkan karena fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, Low Frequency Wave, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity yang membentuk awan hujan.
Baca Juga:
Di sisi lain, keberadaan bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia Barat Sumatera dan Bibit siklon 96W di laut Filipina, serta tingginya indeks labilitas atmosfer juga memperbesar potensi terbentuknya sistem konvektif yang persisten.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap potensi hujan lebat dan angin kencang yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (21/7/2025) sampai dengan Selasa (22/7/2025).
Menurut BMKG, menguatnya angin monsun Australia selama sepekan ke depan mendorong bertambahnya wilayah yang sudah memasuki musim kemarau. Meski demikian, cuaca hujan masih tampak terjadi di beberapa wilayah.
Akibatnya, intensitas hujan di beberapa wilayah meningkatkan, terutama dalam segi durasi.
"Kondisi atmosfer tersebut mengakibatkan masih tingginya potensi terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia," tulis BMKG.
Lantas, mana saja wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang selama 21-22 Juli 2025?
Potensi hujan lebat dan angin kencang pada 21-22 Juli
Bberikut ini wilayah yang diperkirakan dilanda hujan lebat dan angin kencang pada 21-22 Juli 2025, Dikutip dari Peringatan Dini Cuaca 3 Hari ke Depan BMKG,
Senin, 21 Juli 2025
1. Wilayah yang mengalami hujan sedang-lebat
Aceh
Kalimantan Timur
Maluku
Papua Barat.
2. Wilayah yang mengalami angin kencang
Aceh
Banten
Jawa Barat
Kepulauan Riau.
Selasa, 22 Juli 2025
1. Wilayah yang mengalami hujan sedang-lebat
Aceh
Papua Barat
Papua Pegunungan
Papua
Papua Selatan.
2. Wilayah yang mengalami angin kencang
Aceh.
Itulah wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang selama dua hari ke depan.
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut, BMKG mengimbau agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologis yang mungkin terjadi.