MATATELINGA, Jakarta: Berdasarkan data observasi dan sistem peringatan dini BMKG, secara umum potensi hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem masih terjadi di wilayah Sumatera Selatan, Jawa Barat, hingga beberapa daerah di Indonesia Timur selama sepekan ke depan.
Hal ini disebabkan karena fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, Low Frequency Wave, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity yang membentuk awan hujan.
Baca Juga:
Di sisi lain, keberadaan bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia Barat Sumatera dan Bibit siklon 96W di laut Filipina, serta tingginya indeks labilitas atmosfer juga memperbesar potensi terbentuknya sistem konvektif yang persisten.