Laode juga menyebutkan, pihaknya sedang mendorong eksistensi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP), karena koperasi ini merupakan program yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat sehingga diperlukan pengawasan preventif.
Bahkan pada akhir Oktober 2025, pemerintah menargetkan 80.000 KD/KMP sudah operasional yang menjadi program Astacita Presiden Prabowo.
Kemudian secara teknis di lapangan, KD/KMP juga diharapkan bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan koperasi yang sudah ada, dalam rangka pemenuhan kebutuhan para petani termasuk untuk memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
"Kalau koperasi yang sudah existing kurang dalam hal pembiayaan, bisa langsung akses ke LPDB, dan kita akan bantu, dengan skema-skema pembiayaan sesuai syarat dan ketentuan berlaku," katanya.
Baca Juga:
Nilai pembiayaan yang bisa difasilitasi minimal dari Rp 500 juta, sampai dengan Rp 250 miliar, dengan suku bunga 6,5 persen pertahun.
Kemudian untuk tenor pengembaliannya, untuk pembiayaan modal kerja selama 5 tahun, sementara pembiayaan investasi bisa sampai 10 tahun.
"Kita terbuka untuk semua koperasi yang ada di Sumatera, terutama di Riau ini. Agar bisnisnya bisa lebih maju, berkembang dan kuat," tandasnya.
Ketua DPD-I PPSBB Provinsi Riau, Kasri Jumiat merespon baik, program pembiayaan yang ditawarkan LPDB Kementrian Koperasi.