Matatelinga - Jakarta, Karena subsidi
selalu dibutuhkan, maka pemerintah terus mengalokasikan anggaran untuk
mensubsidi beberapa sektor termasuk BBM. Asalkan, alokasi subsidi yang
tepat sasaran.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan pemerintah
baru ke depan akan selalu menghadapi beban subsidi yang besar. Termasuk
alokasi subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM).
"Memang klausa bagi negara menganut sistem ekonomi
yang sangat kapitalistik atau rakyat sering menyebutnya misalnya
neolib, subsidi ini tidak disukai," kata SBY dalam sebuah wawancara yang
diunggah di Youtube, Jumat (29/8).
Karena masyarakat Indonesia
masih banyak yang miskin dan daya beli rendah, maka subsidi sangat
dibutuhkan. Subsidi dapat menolong rakyat asalkan tepat sasaran.
"Kalau
subsidi itu betul-betul untuk menolong rakyat jumlahnya tidak
berlebihan, dan juga tepat sasaran saya kira tidak keliru. Inilah yang
mesti kita jaga betul. Subsidi yang pas," katanya.
SBY sepakat ke
depan subsidi secara bertahap dikurangi jumlahnya. Dia mengaku selama
ini juga melakukan pengurangan subsidi secara bertahap.
"Yang
penting pengurangan subsidi itu harus secara bertahap sehingga di satu
sisi APBN kita bagus, atau makin ideal tetapi di sisi lain tidak
memberikan beban yang berlebihan kepada rakyat kita atau goncangan
sosial ekonomi," ujar SBY.
(Mt/Merdeka)