Matatelinga - Peru, Paska insiden empat orang turis yang ditangkap
karena telanjang di Machu Pichu, kini pemerintah Peru semakin gencar
memperketat pengawasan di salah satu situs warisan dunia tersebut.
Insiden
Pariwisata Telanjang memang sudah ada pada abad ke-15 di benteng yang
juga dikenal dengan nama Inca tersebut. Kementerian Kebudayaan dan
Pariwisata di Peru mengecam aksi para turis asing yang telah mengotori
nilai sejarah dan budaya dengan bertelanjang disana.
“Hal
tersebut merupakan perbuatan tak terpuji dan dapat mengancam kelunturan
nilai dari warisan budaya Machu Pichu. Banyak tempat di dunia ini yang
mengizinkan mereka untuk telanjang, tetapi tidak di Machu Pichu,” kecam
Alfredo Mormontoy Atayupanqui, Direktur Sumber Daya Arkeologi
Kementerian Kebudayaan Peru seperti yang dilansir dari CNN.
Ia
juga menambahkan bahwa peraturan agar turis tidak telanjang sudah
tercantum di belakang tiket masuk kawasan wisata ini. “Wisatawan harus
mematuhi segala peraturan yang kami buat, jika tidak ingin terkena
banyak masalah,” tambahnya.
Sementara itu pihaknya kini tengah
memperketat pengawasan terhadap setiap pengunjung yang masuk ke dalam
kawasan tersebut. Sebuah peraturan baru juga akan segera ditetapkan
perihal mana-mana saja lokasi yang bisa dikunjungi oleh wisatawan dan
mereka tentunya harus didampingi oleh seorang pemandu.
Machu
Pichu dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai kalangan usia, agama, dan
ideologi. Aksi telanjang yang dilakukan oleh para turis tersebut dapat
memberikan dampak tidak nyaman terhadap turis lainnya yang juga sedang
berwisata di dalamnya.
(KNIA/Okz)