MATATELINGA: Pernahkah Anda bermimpi bertemu mantan? Atau dihantui rasa rindu teramat dalam meski telah memiliki pacar atau suami baru? Tidak perlu khawatir, itu adalah hal yang lumrah dan sering dirasakan oleh banyak orang. Para peneliti bahkan telah menemukan penjelasan ilmiahnya.
Terlepas dari kenyataan bahwa di masa lalu Anda telah mengakhiri hubungan secara baik-baik, terkadang ingatan cenderung membawa seseorang bernostalgia dengan kenangan-kenangan yang Anda lewati bersama sang mantan. Ada beberapa faktor yang mungkin membuat Anda terjebak pada kenangan-kenangan masa lalu. Berikut Okezone rangkumkan ulasan lengkapnya, sebagaimana dilansir dari Psychology Today, Minggu (5/1/2019).
Kebiasaan buruk yang membekas
Di saat mereka sudah tidak berada di sisi Anda, hal-hal kecil yang menjadi kebiasannya seringkali meninggalkan kenangan tersendiri. Ini juga sangat berkaitan dengan perilaku atau kebiasaan pasangan Anda saat ini. Misalnya kebiasaan mereka yang sering meninggalkan kacamata di sekitar meja makan.
Kebiasaan tersebut mungkin juga pernah Anda rasakan ketika masih menjalin hubungan dengan mantan pacar, atau bahkan perilakunya jauh lebih buruk. Tanpa ingatan akan perilaku buruk mereka, Anda mungkin tidak akan mengingat kenangan tersebut saat bersama pasangan baru.
Benda-benda yang menyimpan kenangan
Selain kebiasaan buruk, banyak orang yang mendadak teringat mantan hanya karena melihat benda-benda yang ada di dalam rumah. Bisa saja karena vas kristal yang Anda dapatkan dari kerabat terdekat sebagai hadiah pernikahan, atau sofa di pojok ruangan, tempat Anda dan mantan menghabiskan waktu berjam-jam ketika sedang bertengkar hebat.
Potongan-potongan kenangan inilah yang secara tidak langsung akan mengingatkan Anda kepada mereka. Tidak hanya itu, benda-benda tersebut terkadang juga bisa memicu neuron pada otak yang kemudian mengirimkan sinyal melalui alam bawah sadar Anda.
Dalam arti lain, ketiak Anda tertidur lelap, neuron-neuron itu mungkin muncul dalam kehidupan yang dapat membawa Anda ke dalam mimpi tentang masa lalu. Tanpa di sadari, ketika Anda berusaha untuk melupakan ingatan tentang mereka, hal tersebut sebetulnya menciptakan sebuah situasi yang menempatkan mantan pada pusat kesadaran Anda.
Apakah normal mengingat mantan?
Menurut Cathy Cox, seorang psikolog dari Texas Christian University, setiap orang dapat memperoleh manfaat dari sebuah ingatan yang disebut sebagai "lamunan nostalgia". Penelitian yang diulas Cathy dan teamnya menunjukkan bahwa lamunan nostalgia sangat umum terjadi. Orang-orang sering mengenang masa lalu di beberapa titik dalam kehidupan sehari-hari mereka, terkadang bisa sampai beberapa kali dalam seminggu.
Bahkan, hampir tidak ada orang yang terkenang ingatan masa lalunya hanya sebulan sekali. Mungkin saja Anda memikirkan masa lalu karena itu baik untuk kesejahteraan Anda sendiri. Seperti yang diungkapkan oleh Cathy dan timnya.
"Lamunan nostalgia dapat meningkatkan mood, perasaan, harga diri, dan identitas kita," tuturnya.
Penelitian yang dibagi menjadi 3 bagian itu, dilakukan dengan mengambil sample para mahasiswi di Texas Christian University. Cathy menemukan bahwa indikator yang mereka lampirkan pada sebuah situs berhasil merangsang perasaan nostalgia mereka. Perasaan inilah yang membantu menghasilkan pengaruh positif yang lebih besar seperti kepuasan hidup, serta kepuasaan hubungan dengan pasangan mereka saat ini.
"Situs, media sosial, atau web blogging tertentu juga memiliki potensi untuk meningkatkan nostalgia. Platform ini juga berkontribusi dalam peningkatan sentimentalitas masa lalu seorang yang kemudian memberikan manfaat kesehatan emosional, psikologis, dan sosial," tutup Cathy.