Matatelinga.com, Jabatan tangan ternyata
bisa menjadi penyelamat hidup. Studi baru telah menunjukkan bahwa, jabatan
tangan bisa menjadi cara yang lebih mudah dan terjangkau untuk memprediksi
risiko serangan jantung dan stroke.
Studi internasional,
yang melibatkan hampir 140.000 orang dewasa dari 17 negara berbeda budaya dan
ekonomi, menemukan bahwa kekuatan jabatan tangan yang lemah terkait dengan usia
hidup yang lebih pendek, dan risiko kemungkinan serangan jantung atau stroke
yang lebih besar.
Studi ini juga
menemukan bahwa kekuatan cengkeraman jabatan tangan adalah prediktor kuat
kematian akibat tekanan darah sistolik. Cara ini dianggap dapat menjadi
skrining cepat dan murah untuk mengidentifikasi pasien yang berisiko tinggi
gagal jantung dan stroke.
Seperti
dilansir dari Timesofindia dan dikutip laman
okezone.com, Jumat (15/5/2015), studi yang dilakukan pada peserta berusia
antara 35 dan 70 tahun tersebut menunjukkan bahwa, setiap penurunan 5kg dalam
kekuatan cengkeraman jabatan tangan dikaitkan dengan 16 persen peningkatan
risiko kematian dari setiap penyakit mematikan.
Keterkaitan ini
bertahan bahkan setelah memperhitungkan perbedaan-perbedaan dalam faktor-faktor
lain yang dapat berefek pada kematian atau penyakit jantung. Faktor ini seperti
usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan, tingkat aktivitas fisik, konsumsi
rokok dan alkohol.
Kemampuan
jabatan tangan yang lemah dikaitkan dengan tingkat kematian yang lebih tinggi
pada orang yang mengembangkan penyakit kardiovaskular (seperti serangan jantung
atau stroke) dan penyakit non-kardiovaskular (semisal kanker). Ini menunjukkan
bahwa kekuatan otot dapat memprediksi risiko kematian pada orang dengan
penyakit tersebut.
Penulis utama
studi, Dr Darryl Leong, dari Universitas McMaster, Hamilton, Kanada, mengatakan
bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah upaya untuk
meningkatkan kekuatan otot kemungkinan besar akan mengurangi risiko kematian
dan penyakit kardiovaskular.
(Fit)