Matatelinga, Pernahkah Anda mendengar kata sexsomnia? Meskipun jarang terjadi, secara otomatis sexomnia membuat Anda mengalami dua kelainan berbeda. Mau tahu?
Dikutip Everydayhealth dan dilansir laman okezone.com, Rabu (17/3/2015), sexomnia adalah gangguan tidur baru yang juga menyebabkan Anda terus melakukan hubungan seks. Asal usul sexsomnia telah diakreditasi oleh dokter dari University of Ottawa, J. Paul Fedoroff, MD, tahun 1996.
"Ketika saya pertama kali mulai melakukan penelitian, Anda tidak bisa menemukan banyak tentang hal itu dalam literatur akademis. Lalu, pengertian sexsomnia akhirnya terbongkar lewat e-book di tahun 1996,” ungkap Profesor Psikologi dari University of New Hampshire Durham, Michael Mangan, PhD.
Menurut Mangan, sexsomnia dapat mencakup berbagai perilaku seksual, termasuk cumbuan sederhana, vokalisasi seksual, mengerang dan berhubungan intim. Sementara, tidak ada banyak orang dalam statistik yang gangguan tidur ini.
Kemungkinan kecil, sekira satu hingga dua persen dari populasi umum, yang mirip dengan jumlah orang yang mengalami parasomnia, yakni gangguan tidur sambil berjalan.
Sebagian besar kasus yang dilaporkan dari sexsomnia melibatkan laki-laki. Tetapi, perempuan dapat mengalami gangguan ini. Biasanya orang dengan riwayat gangguan tidur lebih mungkin mengalami sexsomnia.
Bicara penyebabnya, para peneliti tidak menjelaskan apa yang menyebabkan gangguan tidur ini. Satu teori adalah bahwa bagi sebagian orang hanya berbagi tempat tidur dapat memicu insiden.
"Ketika Anda jatuh tertidur di dekat seseorang, yang berdesakan atau menabrak dapat memicu keinginan untuk berhubungan seks, meskipun Anda sedang tidur," imbuh Mangan.
Beberapa peneliti menyebutkan obat-obatan dan alkohol sebagai penyebab sexsomnia. Namun, pemicu lainnya yakni kelelahan dan stres juga dianggap kemungkinan penyebab gangguan ini.
(Fit)