Kajian ini membahas penerapan terapi oksigen hiperbarik (Hyperbaric Oxygen Therapy/HBOT) pada pasien dengan kondisi
kritis serta implikasinya terhadap pengembangan pelayanan kesehatan di Indonesia.
Poster ilmiah tersebut mengangkat isu penting mengenai kelayakan penerapan HBOT pada pasien
kritis yang masih membutuhkan dukungan perawatan intensif. Melalui telaah literatur terhadap 31 publikasi jurnal ilmiah dan enam dokumen regulasi, profesional, serta pelayanan kesehatan, kajian ini menunjukkan bahwa intervensi perawatan intensif dapat tetap dipertahankan selama pelaksanaan HBOT pada kondisi dan fasilitas tertentu. Namun, penerapannya memerlukan kesinambungan pelayanan
kritis, pemantauan fisiologis yang memadai, kesiapan peralatan, kompetensi tenaga profesional, serta koordinasi multidisiplin.
Kajian tersebut juga menekankan bahwa pengembangan pelayanan hiperbarik tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas dan teknologi. Diperlukan kerangka pelayanan yang terintegrasi, meliputi standar keselamatan, kompetensi tenaga medis, prosedur klinis, sistem rujukan, serta koordinasi dengan unit perawatan intensif. Dengan demikian, pengembangan layanan HBOT di Indonesia dapat dilaksanakan secara aman, efektif, dan berkelanjutan berdasarkan bukti ilmiah serta kebutuhan pelayanan kesehatan
nasional.
Baca Juga: