Jumat, 31 Juli 2026 WIB

Mahasiswa KKN Ubah Sampah Sayur dan Daun Kering Jadi Eco Enzyme di Desa Walahar Lewat Inovasi Alat Kreatif

Irpan - Jumat, 31 Juli 2026 14:29 WIB
Mahasiswa KKN Ubah Sampah Sayur dan Daun Kering Jadi Eco Enzyme di Desa Walahar Lewat Inovasi Alat Kreatif
Program pelatihan dan praktik pengolahan limbah organik di Desa Walahar, Kabupaten Karawang. Mengusung inovasi kolaboratif lintas keilmuan

MATATELINGA,Karawang : Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan Karawang sukses menggelar program pelatihan dan praktik pengolahan limbah organik di Desa Walahar, Kabupaten Karawang. Mengusung inovasi kolaboratif lintas keilmuan, kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, (19/7/ 2026) berfokus pada pemanfaatan sampah sisa sayuran dan daun kering menjadi eco enzyme atau nutrisi organik cair yang bermanfaat untuk kesuburan tumbuhan.
Program pengabdian masyarakat dirancang secara komprehensif untuk mengatasi persoalan sampah rumah tangga di tingkat desa sekaligus memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian dan hortikultura warga setempat.

Pelaksanaan kegiatan ini menarik perhatian warga karena memadukan dua disiplin ilmu yang berbeda dalam satu solusi praktis. Sesi edukasi diawali dengan pemaparan materi oleh perwakilan mahasiswa dari Program Studi Farmasi. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan secara ilmiah mengenai proses fermentasi limbah organik serta kandungan zat aktif yang mampu menutrisi tanah dan tanaman secara alami.
"Proses pembuatan eco enzyme ini melibatkan prinsip bioteknologi sederhana melalui fermentasi anaerob. Sampah organik dicampur dengan larutan air gula merah untuk memicu pertumbuhan mikroorganisme baik yang menghasilkan nutrisi esensial bagi kesuburan tanaman," jelas Ivana selaku mahasiswa Farmasi di hadapan puluhan warga.
Tidak hanya berhenti pada teori kimiawi, kegiatan ini juga menghadirkan solusi konkret dari Program Studi Teknik Mesin. Mahasiswa teknik merancang dan mempraktikkan langsung penggunaan alat pemotong sampah organik praktis. Alat inovatif tersebut didesain khusus agar dapat dipasang secara langsung di atas ember bekas, sehingga memudahkan warga dalam mencacah sampah sisa sayuran dan daun kering menjadi ukuran yang lebih kecil guna mempercepat proses fermentasi.
Pemberdayaan Masyarakat dan Apresiasi WargaKetua Kelompok Mahasiswa KKN, Lutfhi, mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat agar mandiri dalam mengelola limbah rumah tangga. Menurutnya, tumpukan sampah yang selama ini dianggap sebagai beban lingkungan dapat diubah menjadi produk bernilai guna tinggi.
"Tujuan utama kami adalah mengedukasi warga Desa Walahar agar mandiri mengolah sampah rumah tangga menjadi barang bernilai guna bagi lingkungan. Melalui inovasi alat pencacah dan teknik pembuatan eco enzyme ini, kami berharap persoalan sampah terselesaikan sekaligus mendatangkan manfaat ekonomi dan ekologis bagi warga," ujar Lutfhi.
Inisiatif positif ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Ibu Oom, salah satu tokoh masyarakat Desa Walahar yang hadir mengikuti pelatihan, menyampaikan apresiasi atas diadakannya kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini sangat aplikatif dan langsung bisa diterapkan di pekarangan rumah masing-masing.
"Dengan adanya tutorial membuat eco enzyme ini, saya jadi bisa memanfaatkan limbah sampah masakan dan sampah halaman rumah jadi berguna untuk menyuburkan tanaman di sekitar rumah," ungkap Ibu Oom dengan antusias.
Melalui kegiatan KKN ini, para mahasiswa berharap masyarakat Desa Walahar dapat terus melanjutkan praktik pembuatan eco enzyme secara mandiri secara berkelanjutan, menjadikan desa yang bersih, mandiri, dan ramah lingkungan. ( UBP/ Irpan)

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Upaya Pelayanan Kepada Masyarakat: Lansia Mendapat Perhatian Serius
Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Pengunjung Padati Berastagi di Bawah Pengamanan Ketat
6 Bulan Menjabat, Wakapolda Sumut Diganti, Kapolres Asahan Dimutasi
Puluhan Ribu Migran Sebrangi Perbatasan Darat Menuju Ceuta
Kejari Aceh Selatan Lelang Barang Rampasan Negara, Excavator hingga Innova 2020 Ditawarkan Secara Online
Forwaka Belawan Resmi Dilantik
 
Komentar
 
Berita Terbaru