Menurutnya, visi pembangunan Kabupaten Sergai tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif desa sebagai unit pemerintahan paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, Pemkab Sergai terus mendorong berbagai program pemberdayaan desa agar lebih maju, tangguh, dan berkelanjutan.
"Pembangunan desa menjadi aspek penting dalam mewujudkan visi Dambaan Mantab. Desa memiliki peran besar dalam menentukan arah pembangunan dan kualitas sumber daya manusia di masa depan," ujar Adlin Tambunan.Ia menjelaskan, langkah tersebut juga sejalan dengan misi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, khususnya membangun dari desa dan dari bawah guna pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.
Dalam kesempatan itu, Wabup turut memaparkan progres penyaluran dana desa tahun 2026 di Kabupaten Sergai. Disebutkan, dana desa reguler tahun anggaran 2026 mencapai Rp71,2 miliar, dan untuk tahap pertama telah disalurkan sebesar Rp30,6 miliar atau sekitar 91 persen kepada 217 desa. Penyaluran tahap awal ini dengan skema 60% bagi desa berstatus "desa mandiri" dan 40% bagi desa "maju dan berkembang".Selain dana desa, sebutnya lagi, pemerintah daerah juga mengalokasikan dukungan anggaran lain melalui Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp77,4 miliar dan Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah untuk Desa (BHP-RD) sebesar Rp17,1 miliar.
Doktor studi pembangunan ini juga menegaskan, seluruh anggaran tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat perekonomian desa, mengurangi kesenjangan wilayah, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan."Semua dana yang disalurkan harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan," katanya.
Tak hanya menyoroti pembangunan desa, Wabup Sergai juga mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali budaya gotong royong dan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di tengah masyarakat. Menurutnya, kedua hal tersebut merupakan warisan sosial budaya yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, sekaligus mempererat solidaritas sosial.
Ia menilai, semangat gotong royong dan siskamling mulai memudar dalam kehidupan masyarakat modern. Karena itu, Pemkab Sergai berupaya mendorong kembali aktivitas tersebut di desa-desa sebagai bagian dari penguatan harmoni sosial.
"Gotong royong dan siskamling merupakan budaya asli Indonesia yang harus terus dijaga karena menjadi perekat kebersamaan dan tanggung jawab sosial masyarakat," ujarnya.
Menutup arahannya, Wabup mengajak seluruh jajaran Pemkab Sergai untuk terus bersinergi dan memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat demi mewujudkan Sergai yang Mantab: Maju, Tangguh, dan Berkelanjutan. Buyungnst