"Kami mengapresiasi lagu 'Siti Mawarni' tersebut. Karena dengan lagu itu, dapat memacu kami berbuat lebih baik, dalam memberantas peredaran narkoba", ucap
kapolres.
Kapolres menyampaikan paparan, didampingi Wa
kapolres, Kompol PS Simbolon, Kasat Res Narkoba, AKP Hardiyanto SH MH, Kasat Reskrim, AKP Muhammad Jihad Fajar Balman S.Tr.K, S.I.K, Kasi Humas, AKP Aswin Irwan.
Sementara pencipta lagu Siti Mawarni, Amin Wahyudi Harahap dihadapan
kapolres menyampaikan, terciptanya lagu tersebut, sebagai perwujudan dari keresahan kita semua.
Menurut Amin, pemberantasan narkoba, menjadi tanggungjawab kita bersana. Baik aparat kepolisian, maupun seluruh lapisan masyarakat. "
Lagu bertema kritik sosial itu, tidak menyalahkan sispa-siapa", ujarnya.
Sepeti diberitakan sebelumnya, lagu Siti Mawarni, menjadi perbincangan luas netizen, di jagat maya. lagu itu viral dibeberapa platform mediasosial.
Persoalan darurat narkoba Sumatera Utara, ramai diperbincangkan di media sosial. Bahkan pidato gubernur, dalam rapat paripurna DPRD beberapa waktu lalu menyebutkan, satu dari 10 warga Sumatera Utara, pencandu narkoba khususnya jenis sabu.
Lagu "Siti Mawarni", menjadi satire tentang kondisi darurat narkoba di Sumatera Utara.
Lagu itu mengkritik, bagaimana narkoba beredar luas di masyarakat dan praktik beking di belakangnya.