Ia mengatakan bahwa menjaga kehalalan adalah bentuk tanggung jawab kepada pelanggan dan merupakan bagian dari nilai-nilai Islam yang ia pegang teguh.
Baca Juga:
"Program kuliner yang digelar hari ini merupakan bagian dari program pemerintah yang bertujuan memperkenalkan berbagai makanan khas daerah serta mendorong pertumbuhan UMKM kuliner di Indonesia", ungkapnya.
Selanjutnya Abdul Muhaimin menambahkan Nama Gadeng sendiri memiliki makna yang dalam. Secara bahasa, "gadeng" berarti gigi gajah, yang melambangkan kekuatan, keteguhan, dan nilai yang tinggi,tambahnya.
Bagi Abdul Muhaimin, nama itu juga menjadi simbol semangat dalam memperkenalkan kuliner Aceh kepada masyarakat luas.
"Melalui toko Gading ini, saya ingin masyarakat lebih mengenal makanan khas Aceh. Kami tidak hanya menjual makanan, tetapi juga memperkenalkan budaya dan cita rasa Aceh yang kaya," imbuh Abdul Muhaimin.
Baca Juga:
Selain menyajikan makanan khas Aceh seperti mie Aceh, nasi gurih, dan kopi Aceh, toko
Gadeng juga menghadirkan menu-menu kekinian agar dapat diterima oleh semua kalangan. Abdul Muhaimin menuturkan bahwa masyarakat Medan sangat antusias dengan kehadiran kuliner Aceh ini.
"Alhamdulillah, masyarakat Medan menyambut positif kuliner Aceh. Dari kopi, mie, hingga hidangan tradisionalnya, semuanya diterima dengan baik".
Dengan semangat inovasi dan prinsip kehalalan, Abdul Muhaimin berharap Gading dapat menjadi wadah untuk melestarikan kuliner Aceh sekaligus mempererat kebersamaan antar masyarakat melalui cita rasa yang penuh makna,Abdul Muhaimin mengakhiri.
Erni
Baca Juga: