Senin, 17 Agustus 2026 WIB

Berdirinya Pondok Baca di UPT SDN 135 Paranginan Karena Ada Siswa Tidak Bisa Baca

Redaksi - Jumat, 25 Juli 2025 15:34 WIB
Berdirinya Pondok Baca di UPT SDN 135 Paranginan Karena Ada Siswa Tidak Bisa Baca
Pondok Baca Sumbangan Orangtua Didirikan di UPT SD Negeri 135 Paranginan, Humbahas Sumut.

MATATELINGA, Humbahas : Untuk menumbuhkan minat baca para didik siswa , UPT SD Negeri 135 Peranginan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara membangun pondokbaca.

Pondok baca ini dimaksud, sebagai tempat meningkatkan siswa minat membaca, dan terletak di kawasan sekolah itu dengan sebanyak dua unit.

Hal itu disampaikan oleh, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT SDN 135 Paranginan, Lena Simamora kepada sejumlah wartawan, Rabu (23/7) kemarin.

Lena mengungkapkan, munculnya idenya membangun pondokbaca yang terbuat dari kayu, terdorong dari adanya ditemukan salah satu siswa di kelas VI belum bisa membaca.

Baca Juga:

" Jadi saya bersyukur pondokbaca ini dibangun. Ini terhitung sejak naikan kelas VI, ide itu saya sampaikan hingga kesepakatan antara orangtua, komite untuk membuat pondokbaca. Karena kami sadari, masih ada siswa belum bisa membaca, dan saya temukan itu sewaktu saya guru mengajar siswa kelas VI, maka saya berinisiatif untuk membuat tempat khusus, tempat untuk anak didik kita untuk meningkatkan minat baca," ungkap Lena.

Lebih lanjut Lena menuturkan, bahwa proses membangun pondokbaca ini melalui kesepakatan bersama orangtua, dan komite, dan bukan dari anggaran pemerintah.

" Ini berdasarkan rapat antara orangtua, komite, sekolah. Hasil kesepakatan membuat pondokbaca dilingkungan sekolah. Semua bahan, murni dari sumbangan orangtua. Mereka bayar uang singsu, ada yg memberi batang pohon, ada yang memberi seng," ungkap Lena.

Baca Juga:

Ia berharap, kehadiran pondokbaca ini , tidak ada lagi siswa yang tidak tahu membaca, selain meningkatkan minat membaca para anak didiknya. " Jadi harapan saya, para anak didik kita ini dapat memanfaatkan pondokbaca ini," ujarnya.

Disinggung, soal siswa kelas VI ditemukan belum bisa membaca, apakah anak itu dikarenakan lemahnya sumber daya manusianya atau kurangnya perhatian guru semasa itu dan kenapa menjadi pondokbaca ini menjadi latar belakangnya untuk dibangun karena ada siswa tidak bisa membaca, Lena mengaku anak sehat.

" Anak itu sehat, dan sewaktu saya ajarin, dia cepat mengikuti dan kini sudah bisa membaca," ujarnya.

Sayangnya, Lena enggan menjelaskan apakah karena kurangnya perhatian guru untuk mendidik semasa Lena masih menjadi guru pengajar sehingga ada siswa di kelas VI itu tidak bisa membaca.

Menanggapi itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Humbahas Martahan Panjaitan mengatakan, akan melakukan pembinaan.

Ia pun telah melakukan langkah-langkah konkret untuk memperbaiki persoalan siswa yang belum bisa membaca dengan sistim belajar mengajar di masing-masing sekolah.

" Salah satunya, masing-masing kepala sekolah harus bertanggungjawab untuk meningkatkan daya niat anak untuk belajar. Mereka membuat surat pernyataan dengan isinya mulai kelas 1-3 harus tahu membaca , 4-6 harus harus bisa berhitung," ucap Martahan.

Baca Juga:

Jika komitmen itu tidak tercapai, lanjut Martahan, kepala sekolah yang telah membuat surat pernyataan bersedia di evaluasi.

" Kalau komitmen ini tidak tercapai, kita akan mengevaluasi Kepala Sekolah dan para guru. Satu semester, kita melakukan pembinaan dan bagaimana perkembangannya," tutupnya.(ds)

Halaman:
Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Terkait Kepemilikan Aset di Bandara Sibisa, Warga Sampaikan Beberapa Permohonan
Pengendara Gunakan Kenalpot Bising, Operasi Toba Bertindak
Beli Mobil Bekas Pilihan Berkas, Hanya Perlu di Perhatikan 7 Hal
Polsek Siantar Timur Cek TKP Dugaan Perbuatan Tidak Menyenangkan
Butuh Bantuan Pemerintah, Lama Tidak di Ganti Plafon SDN 066663 Balam Rubuh
Terima Kasih Rumah Saya Tidak Bocor Dan Kebanjiran Lagi"
 
Komentar
 
Berita Terbaru