Jumat, 01 Mei 2026 WIB

Sujian / Acan, Pembina Upacara Api Unggun Perkemahan Pramuka The Camp Of Scouting

Yasmir - Minggu, 09 Februari 2025 07:17 WIB
Sujian / Acan, Pembina Upacara Api Unggun Perkemahan Pramuka The Camp Of Scouting
Pembina upacara api unggun perkemagan pramuja di PPR, Sujian / Acan (kiri) dan kanan api unggun yang memancarkan cahaya terangnya.
MATATELINGA, Rantauprapat : Jelang penutupan
perkemahan pramuka "The Camp Of Scouting dan Pramuka Ceria", yang dilaksanakan Perguruan Panglima Polem Rantaulrapat (PPR) selama tiga hari, digelar upacara api unggun Sabtu (8/2/2025) malam.





Bertindak sebagai pembina upacara dalam gelaran api unggun ini, Sujian / Acan, mewakili Ketua Pembina Yayasan Perguruan Panglima Polem Rantauprapat (YPPR), Soo Bun Pin, menyampaikan pesan-pesan kepramukaan.

BACAJUGAhttps://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/setelah-hampir-satu-tahun--akhirnya-warga-eks-parkis-ajukan-gugatan


Upacara api unggun ini, diikuti seluruh peserta perkemahan pramuka, tingkat siaga dan penggalang dari berbagai SD dan SMP, baik negeri maupun swasta se Kabupaten Labuhanbatu.


[br]


Serta dihadiri Ketua YPPR, Chandra Billy, Pembina PPR, Ir Johny SE Dip CIM, Ketua Panitia Perkemahan, Dedy Syahputra yang juga Kepala SMP PPR, Kepala SD PPR, Evi Sumiati, bersama dewan guru, juga para orangtua peserta dan undangan lainnya.

Upacara api unggun ini, dimulai sekitar pukul 21.00 WIB,diadakan di tengah lapangan PPR yang berfungsi sebagai bumi perkemahan.

Pada upacara api unggun ini, peserta berkumpul membentuk barisan setengah lingkaran, sesuai dengan jumlah Dasa Darma Pramuka, yakni 10 peserta.

Diawali dengan pembacaan doa, kemudian pembina upacara menyalakan api unggun, dilanjutkan penyerahan kepada perwakilan petugas pembakar susunan kayu yang dijadikan sebagai api unggun.

Sebagai pembina upacara, Sujian / Acan menjelaskan, upacara api unggun memiliki makna penting, dalam kegiatan kepramukaan.

"Malam api unggun menandakan puncak kegiatan perkemahan Pramuka dan sebagai wujud dari penjiwaan Dasa Darma Pramuka dan memupuk rasa kehangatan dan semangat jiwa patriotisme yang tinggi," ujarnya.

Sementara itu, upacara api unggun merupakan tradisi yang tidak bisa terpisahkan dari perkemahan Pramuka. Kegiatan perkemahan Pramuka tanpa malam api unggun, tidak lengkap. Api unggun menjadi sarana untuk mempererat persatuan di antara sesama peserta.

Setelah api unggun menyala, peserta perkemahan berkumpul mengelilingi api tersebut, sambil menyanyikan lagu-lagu kepramukaan. Mereka yang memiliki bakat seni juga turut diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka di depan teman-temannya sesama peserta. (yasmir)





Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru