Kamis, 01 Oktober 2026 WIB

Brida Medan Kaji Pemanfaatan Sumur Laluan untuk Kurangi Genangan Air Hujan

Redaksi - Sabtu, 21 September 2024 07:46 WIB
Brida Medan Kaji Pemanfaatan Sumur Laluan untuk Kurangi Genangan Air Hujan
Matatelinga.com
Seminar Akhir Kajian Pemanfaatan Sumur Laluan (Groud Water Recharge)
MATATELINGA, Medan:Pemko Medan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) menggelar Seminar Akhir Kajian Pemanfaatan Sumur Laluan (Groud Water Recharge) Dalam Upaya Mengurangi Genangan Air Hujan, Jumat (20/9) di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Medan.



Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Kepala Brida Mansursyah saat membuka kegiatan ini mengatakan, siklus hidrologi seperti perubahan iklim dan meningkatnya kapasitas limpasan permukaan menyebabkan
meningkatnya probabilitas genangan.


"Selain itu, pertumbuhan penduduk, ekonomi ataupengembangan wilayah menjadi salah satuvariabel penyebab terjadinya genangan air didaerah perkotaan," ujar Mansur dalam kegiatan yang dihadiri Kabid Ekonomi dan Pembangunan Brida Indra Gunawan dan segenap utusan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemko Medan.



Mansur mengatakan, Pemko Medan telah melakukanbeberapa upaya untuk menyelesaikan masalahbanjir, antara lain menormalisasi beberapa drainase,berkolaborasi dengan Badan Wilayah SungaiSumatera II (BWSS II) dalam upaya normalisasitiga sungai di wilayah Medan, dan membangun kolam retensi.


"Dan saat ini kita melakukan KajianPemanfaatan Sumur Laluan dengan melihat lapisan ekuiver untuk mengalirkan air limpasan dari drainase," ucapnya.


Mansur berharap peserta nmemberikan saran, masukan, kritikan dan opini serta beragam ide kreatif dan inovatif yang nantinya bisa diterapkan berdasarkan riset dan kajian secara ilmiah sebagai pondasinya

"Kami yakin, jika hasil kajian ini bisa kitalaksanakan dengan baik dan sistematis, makadapat memberikan banyak dampak positif yang
bermanfaat bagi masyarakat Kota Medandalam mengurangi genangan air," ungkapnya.

[br]

Dalam seminar itu, Ketua Tim Peneliti dari USU, Dr. Ir Ahmad Perwira Mulia, M.Sc memaparkan, konsep dasar sumur haluan yakni sistem drainase dirancang untuk mengelola aliran air hujan dan limpasan dengan memanfaatkan struktur vertikal seperti sumur resapan.

"Sistem ini bertujuan untuk mengurangi genangan air dan memitigasi dampak banjir dengan mengalirkan air ke dalam lapisan aquifer tanah secara langsung," terangnya.


Lokasi penelitian, sebutnya, adalah di Kecamatan Medan Tembung, tepatnya di kawasan Jalan Letda Sujono-Mandala Bypass dan Jalan Letda Sujono-Tembung.

Kesimpulan penelitian ini adalah luas catchment area yang berdampak genagnan di kawasan pintu tol Bandar Selamat sebesar lebih kurang 60 hektar dan diperlukan upaya untuk mengurangi genangan air, salah satunya adalah dengan pemasangan sumur laluan.
Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru