Matatelinga.com, PBB mencatat sedikitnya 50 warga sipil tewas dalam serangan di empat rumah sakit dan dua sekolah di Suriah Utara. Atas dasar itu, Kanselir Jerman Angela Merkel menyarankan diberlakukannya zona larangan terbang untuk melindungi warga sipil.
Warga lokal dan aktivis mengatakan serangan di Idlib dan Aleppo itu dilakukan jet tempur Rusia. Serangan di wilayah tersebut bersama jet tempur milik tentara Suriah demi membatasi akses kelompok pemberontak melarikan diri ke Turki.
Sayangnya, serangan itu kembali meningkatkan jumlah pengungsi Suriah di perbatasan dengan Turki. Akibatnya, pemimpin Ankara dan Eropa takut lebih banyak pengungsi berusaha menyeberangi Laut Aegea untuk mencari suaka perlindungan.
“Dalam situasi seperti ini akan lebih baik jika ada sebuah area yang menjadi lokasi pihak-pihak bertikai tidak boleh melakukan serangan udara di sana, semacam zona larangan terbang,” ujar Merkel kepada harian Stuttgarter Zeitung, seperti dikutip The Independent dan dilansir melalui laman okezone.com, Selasa (16/2/2016).
Namun, perempuan berusia 61 tahun itu ingin area tersebut dibuat berdasarkan kesepakatan, bukan karena paksaan. “Jika saya dapat mengusahakan perjanjian antara koalisi anti-Assad dengan pendukung Assad tentu akan sangat bagus,” tambahnya.
Turki telah lama meminta adanya zona larangan terbang di Suriah utara yang berbatasan langsung dengan mereka. Namun, hanya sedikit pihak internasional yang mendukung permintaan tersebut.
Zona larangan terbang sendiri merupakan sebuah wilayah tanpa pesawat yang boleh terbang di area yang sudah ditentukan. Biasanya, zona tersebut diberlakukan untuk kepentingan militer.
(Fit)