Selasa, 05 Mei 2026 WIB
Kebebasan Ekspresi

Kebebasan Berekspresi di Malaysia Sangat Parah

Admin - Jumat, 03 Juli 2015 21:10 WIB
Kebebasan Berekspresi di Malaysia Sangat Parah
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Seorang kartunis politik yang sangat terkenal di Malaysia, Zulkifli Anwar Ulhaque atau yang dikenal dengan nama Zunar, mengatakan kebebasan berekspresi di Malaysia sangat parah.

Menurutnya, Pemerintah Malaysia yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Najib Razak kerap kali membungkam berbagai aktivis sosial, kartunis, dan blogger yang menghasilkan karya yang lebih mengkritik pemerintah.

“Menurut saya, kebebasan berekspresi di Malaysia itu sudah sangat parah. Sangat terkekang. Bayangkan saja, menggambar saja saya sudah langsung dicekal dan mendapat tuduhan,” ujar Zunar ketika menjadi pembicara dalam ‘Diskusi Kartun Politik dan Kebebasan Berekspresi di Malaysia’ di Jakarta, Jumat (3/7/2015).

“Dalam dakwaan yang terbaru pada 3 April, saya didakwa atas sembilan tuduhan atas segala bentuk karya kartun yang saya buat, termasuk tuduhan menghasut publik untuk memprotes pemerintah yang dipimpin PM Najib Razak,” lanjutnya.

Sebelumnya, kartunis Zunar telah menjadi incaran petugas keamanan Malaysia karena karya-karyanya yang kerap menyindir Pemerintah Malaysia yang dipimpin PM Razak. Ia juga diketahui kerap menyindir gaya hidup istri PM Razak, Rosmah Mansor, yang terbilang glamor.

“Bahkan, itu kasus saya yang ditangkap akibat mengkritik vonis hukuman pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim, itu polisi menangkap saya arahannya atas informasi Twitter. Itulah yang saya tidak habis pikir. Hanya dengan melihat karya saya di media sosial, petugas keamanan Malaysia langsung menangkap saya,” ungkap Zunar.

Sebagaimana diberitakan, sejak kasus Anwar Ibrahim mengemuka, kepercayaan publik Malaysia terhadap sistem pengadilan di sana jadi menurun. PM Razak juga langsung dihujani kritik dari dalam dan luar negeri soal upaya pemerintah menghancurkan pengaruh oposisi. Demikian dilansir laman okezone.com, Jumat (3/7/2015)


(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru