Selasa, 28 April 2026 WIB

Hadang Demonstran, Militer China Berlatih Menggunakan Garpu Listrik

- Sabtu, 17 Agustus 2019 18:25 WIB
Hadang Demonstran, Militer China Berlatih Menggunakan Garpu Listrik
Hand Over
Menghadang Pendemo
MATATELINGA, Shenzen : Militer China terlihat berlatih menggunakan perangkat garpu raksasa yang bertujuan untuk mengendalikan unjuk rasa yang berujung rusuh. Mengutip Mirror, Sabtu (17/8/2019) senjata tersebut diyakini bisa melancarkan listrik dalam upaya untuk meredam segala ancaman.

Alat itu memiliki tiang sekira 2,4 meter dengan bagian ujungnya berbentuk U. Sejumlah foto menunjukkan personel militer China sedang menggunakan alat itu dalam simulasi latihan menghadapi unjuk rasa.

[adx]


Amnesty International mengatakan berbagai macam senjata kejut listrik termasuk senjata kejut sengatan listrik, pentungan setrum dan perisai setrum telah dikembangkan, diperdagangkan dan digunakan oleh polisi dan pasukan keamanan di seluruh dunia.

"Penggunaan senjata semacam itu menghasilkan rasa sakit yang hebat," kata organisasi tersebut dalam pernyataannya.

Mereka menambahkan alat kejut listrik mampu membuat rasa sakit yang luar biasa, termasuk ke bagian tubuh seseorang yang sangat sensitif tanpa meninggalkan bekas fisik. "Menjadikannya alat ini sangat disukai."

[adx]


Amnesty menambahkan bahwa pihaknya memiliki informasi bahwa lebih dari 200 garpu listrik dijual ke Biro Keamanan Umum Distrik Linhe China pada 2014.

Militer China menyatakan bahwa mereka dapat mencapai Hong Kong hanya dalam sepuluh menit untuk meredam aksi aktivis pro-demokrasi Hong Kong yang telah melakukan unjuk rasa selama lebih dari dua bulan.

Ratusan tank dikumpulkan di dalam stadion Silkworm di Kota Shenzen yang hanya berjarak 56 kilometer dari Hong Kong, memicu kekhawatiran akan tindakan militer.

[adx]


Para pasukan yang ditempatkan adalah paramiliter Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA). Selama beberapa hari terakhir, media pemerintah China juga telah mengeluarkan gambar dan video personel militer dan kendaraan lapis baja.
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru