MATATELINGA, Jakarta: Beberapa tokoh dari Partai Demokrat, yakni mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan mantan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, dikirim paket bom pipa. Penyelidikan pun dilakukan secara intensif untuk mengungkap pengiriman bom pipa tersebut, Rabu 924/10/2018) waktu setempat.
Melansir The New York Times, Kamis (25/10/2018) kantor berita CNN ternyata juga menerima paket bom serupa. Paket tersebut ditujukan kepada John O Brennan, perwira intelijen karier, yang juga kritikus keras terhadap Presiden Trump. Penemuan bom itu menyebabkan evakuasi massal di Time Warner Center di Midtown Manhattan.
Dilaporkan tak ada satupun paket tersebut yang dirusak. Tak diketahui pula apakah kiriman tersebut dapat meledak. Salah satu petugas hukum mengatakan, penyelidik tengah memeriksa apakah temuan tersebut merupakan perangkat tipuan.
Sementara itu, FBI menyatakan, perangkat itu mirip dengan yang ditemukan di rumah George Soros, filantropis miliarder dan donor liberal pada Senin lalu. Penyelidik pun tengah mengusut apakah bom pipa itu dikirim oleh orang yang sama atau bukan.
Peristiwa yang terjadi dua minggu jelang pemilihan paruh waktu dinilai itu mulai timbulkan guncangan di AS.
Diketahui, Hillary Clinto, Barack Obama, dan CNN menjadi pihak yang menonjol dalam melakukan serangan politik ke konservatif, yang dipimpin Presiden Trump.
Di sisi lain, Trump menyebut percobaan pengeboman itu sebagai tindakan tercela. "Saat ini kita harus bersatu, harus bersatu," katanya saat berbicara di Gedung Putih.
Paket yang dikirim ke CNN ditujukan kepada Brennan, seorang Republik dan kritikus keras Trump.