Selasa, 19 Mei 2026 WIB

Serangan Serius Pemukim Yahudi Terhadap Warga Palestina

Redaksi - Kamis, 13 November 2025 07:45 WIB

MATATELINGA, Yerusalem: Kekerasan pada hari Selasa (11/11/2025) di Tepi Barat merupakan yang terbaru dari serangkaian serangan oleh para pemukim muda yang melonjak sejak perang di Gaza meletus dua tahun lalu. Serangan-serangan tersebut semakin intensif dalam beberapa pekan terakhir, seiring dengan ritual tahunan warga Palestina untuk memanen pohon zaitun.

Kantor kemanusiaan PBB pekan lalu melaporkan lebih banyak serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat pada bulan Oktober dibandingkan bulan-bulan lainnya sejak tahun 2006, yaitu terdapat lebih dari 260 serangan.

Baca Juga:

Warga Palestina dan pekerja hak asasi manusia menuduh tentara dan polisi Israel gagal menghentikan serangan para pemukim. Pemerintah Israel didominasi oleh pendukung sayap kanan gerakan pemukim, termasuk Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, yang merumuskan kebijakan permukiman, dan Menteri Kabinet Itamar Ben-Gvir, yang mengawasi kepolisian negara.

Dalam insiden hari Selasa, militer mengatakan tentara merespons serangan pemukim di dua desa di Palestina. Dikatakan para pemukim melarikan diri ke kawasan industri terdekat dan menyerang tentara dan merusak sebuah kendaraan militer. Polisi Israel mengatakan empat warga Israel ditangkap. Sementara itu, militer Israel mengatakan empat warga Palestina terluka.

Baca Juga:

Pejabat Palestina Muayyad Shaaban, mengatakan para pemukim membakar empat truk susu, lahan pertanian, gubuk-gubuk seng, dan tenda-tenda milik komunitas Badui.

Ia mengatakan serangan itu merupakan bagian dari kampanye untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka dan menuduh Israel memberikan perlindungan dan kekebalan kepada para pemukim. Ia menyerukan sanksi terhadap kelompok-kelompok yang mensponsori dan mendukung proyek terorisme permukiman kolonial.

Baca Juga:

Presiden Israel mengecam serangan serius yang dilakukan oleh pemukim Yahudi terhadap warga Palestina di Tepi Barat, Rabu (12/11/2025). Ia menyerukan diakhirinya gelombang kekerasan pemukim yang semakin meningkat di wilayah tersebut.

Komentar Presiden Israel Isaac Herzog semakin memperkuat kritik yang selama ini diredam oleh para pejabat tinggi Israel atas kekerasan yang dilakukan pemukim Israel. Posisi Herzog, meskipun hanya bersifat seremonial, dimaksudkan sebagai kompas moral dan kekuatan pemersatu bagi Israel.

Herzog mengatakan kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel telah melewati batas.

Baca Juga:

"Semua otoritas negara harus bertindak tegas untuk memberantas fenomena ini dan memperkuat para pejuang IDF dan pasukan keamanan yang melindungi kita siang dan malam," ujarnya dalam unggahan di media sosial.

Pernyataan ini muncul setelah puluhan pemukim Israel bertopeng menyerang desa-desa Palestina di Beit Lid dan Deir Sharaf di Tepi Barat pada hari Selasa. Mereka membakar kendaraan dan properti lainnya sebelum bentrok dengan tentara Israel.

Baca Juga:

Seorang komandan tinggi Israel sependapat dengan Herzog, mengatakan bahwa kekerasan semacam itu dilakukan oleh kelompok anarkis pinggiran dari dalam komunitas pemukim Israel. Tindakan itu tidak dapat diterima dan akan ditindak dengan tegas.

Kepala Komando Pusat, Mayor Jenderal Avi Bluth, mengecam situasi yang tidak dapat diterima tersebut, yang memaksa pengalihan sumber daya yang signifikan dari penguatan keamanan dan pelaksanaan operasi kontraterorisme.

"Realitas di mana pemuda pinggiran anarkis bertindak dengan kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa dan terhadap pasukan keamanan tidak dapat diterima dan sangat serius," kata Bluth. "Ini harus ditangani dengan tegas," ujarnya seperti dikutip dari The Associated Press.

Baca Juga:

Editor
: Admin
Sumber
: msn
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Azerbaijan Menyatakan Tidak Akan Bergabung dengan Pasukan Internasional
Vaez: Tidak Semua Pejabat Iran Setuju dengan Jalur Diplomasi dan Memilih Konfrontasi
Turki menuduh pejabat Israel atas genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan
Pers Indonesia Tegas Dukung Perjuangan Palestina
Israel  Tak Berkutik di Buat Timnas Italia di Lapangan Hijau
Trump: Israel dan Hamas Sepakati 'Tahap Pertama' Rencana Untuk Mengakhiri Pertempuran
 
Komentar
 
Berita Terbaru