MATATELINGA, Tokyo: PM Kishida terpaksa menerima pengunduran menteri keempatnya di masa pemerintahannya yang baru seumur jagung. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki nama kabinet Kishida yang sudah terlanjur rusak karena terpaan skandal.
“Saya mengambil tanggung jawab serius atas penunjukan yang saya lakukan. Saya akan terus memenuhi tanggung jawab politik saya dengan terus mengatasi segunung masalah," ujar Kishida, dikutip Kyodo, kemarin.
Karena pengunduran diri tersebut, Kishida menunjuk mantan Menteri Rekonstruksi Hiromichi Watanabe sebagai pengganti Akiba.
Kenya Akiba, menteri yang bertanggung jawab atas rekonstruksi Fukushima dan daerah-daerah lain yang dilanda bencana, dituduh melakukan penyalahgunaan dana politik dan pemilu serta berhubungan dengan Gereja Unifikasi.
Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida digoyang skandal korupsi. Sudah empat menterinya mundur dalam empat bulan terakhir.
Menteri Rekonstruksi Jepang, Kenya Akiba mengajukan pengunduran diri pada Selasa (27/12). Dia menjadi menteri keempat yang meninggalkan kabinet. Tiga menteri lainnya mundur secara berurutan karena skandal, beberapa melibatkan pendanaan dan hubungan dengan komunitas Gereja Unifikasi.
Dikutip CNN, Akiba menyatakan tidak pernah melanggar undang-undang seperti yang ditudingkan. Ia juga menegaskan, pengunduran dirinya karena tidak ingin merepotkan partai atau menunda debat parlemen karena kehadirannya di kabinet.
Akiba adalah orang keempat yang ditunjuk Kishida sejak Agustus, sebagai upayanya meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Utama, termasuk pengeluaran pertahanan yang besar untuk memperkuat Pasukan Beladiri Jepang.
Sebelumnya, Menteri Urusan Dalam Negeri Jepang Minoru Terada juga mengundurkan diri pada akhir November karena skandal pendanaan. Dia diketahui menjadi anggota kabinet ketiga yang mundur dalam waktu kurang dari sebulan.