MATATELINGA. Oslo " Tindakan terorisme tak bisa bisa disangka sangka, dinas keamanan Norwegia mengatakan serangan yang merenggut lima nyawa dan menyebabkan dua orang terluka itu dilakukan oleh seorang tersangka Islamis. Pihak berwenang Norwegia mengatakan bahwa insiden serangan dengan busur dan anak panah yang terjadi di Kongsberg pada Rabu (13/10/2021) tampaknya merupakan aksi terorisme.
Media Norwegia melaporkan bahwa orang mencurigakan lain yang bersenjatakan busur dan anak panah terlihat di Oslo, tetapi polisi kota meyakinkan publik bahwa pemanah itu tidak menimbulkan ancaman. Pada Kamis (14/10/2021),
Penyerang tampaknya menargetkan orang-orang secara acak di kota kecil berpenduduk 26.000 jiwa itu. Dia menembakkan panah ke korban di dalam supermarket lokal dan di jalan-jalan, menewaskan lima orang dan melukai dua orang.
Baca Juga:Bobby Nasution: Pemanfaatan Teknologi untuk Pemerintahan yang Efektif dan Efisien
Semua korban berusia antara 50 dan 70 tahun, kata kepala polisi. Salah satu yang terluka adalah seorang petugas penegak hukum yang sedang tidak bertugas.
Dalam sebuah pernyataan Dinas Keamanan Polisi Norwegia (PST) mengatakan bahwa penyelidikan lebih lanjut dari insiden ini masih diperlukan. Sementara Dinas keamanan domestik menjanjikan dukungannya kepada kepolisian dalam penyelidikan dan mengatakan masih menganggap ancaman teroris di Norwegia sebagai "moderat". Seperti dikutip dari okezone, Jum'at (15/10/2021)
“PST sedang berusaha untuk mencegah serangan lanjutan oleh peniru atau kemungkinan kekerasan balas dendam,” kata pernyataan itu sebagaimana dilansir RT.
[br]
Menurut keterangan polisi, serangan busur dan panah di Kongsberg, kotamadya di barat daya Norwegia itu dilakukan oleh seorang warga negara Denmark berusia 37 tahun. Dia ditangkap menyusul aksi kekerasan tersebut.
Kapolres Ole Bredrup Saeverud mengatakan ada tanda-tanda bahwa pelaku tak dikenal telah diradikalisasi dan disebut masuk Islam beberapa saat sebelum melakukan serangan. Penyidik percaya pria itu dia bertindak sendiri.