Minggu, 19 Juli 2026 WIB

Sakit Kepala Misterius yang Dialami Staf Kedutaan AS di China dan Kuba

Redaksi - Minggu, 06 Desember 2020 10:45 WIB
Sakit Kepala Misterius yang Dialami Staf Kedutaan AS di China dan Kuba
Hand Over
MATATELINGA, Washington: Sebuah komite yang beranggotakan 19 orang yang terdiri dari ahli medis dan ilmiah membuat laporan tersebut atas permintaan Departemen Luar Negeri.




CNN tahun lalu melaporkan bahwa dokter membagikan apa yang terjadi pada otak seorang diplomat yang mungkin menjadi korban salah satu serangan itu. Pejabat Kuba secara konsisten membantah pemerintah mereka terlibat dengan masalah kesehatan para diplomat dan mengatakan histeria massal adalah penyebab yang paling mungkin.

Kecanggihan serangan tersebut membuat para pejabat AS mencurigai negara ketiga mungkin terlibat dalam insiden tersebut, tetapi mereka belum dapat mencapai kesimpulan itu. Pada Agustus 2017, para pejabat memasukkan Rusia di antara daftar negara yang memiliki hubungan permusuhan dengan Amerika Serikat dan yang diduga oleh penyelidik Amerika mungkin terlibat.

Rusia adalah salah satu dari sedikit negara yang telah menggunakan teknologi gelombang mikro sebelumnya. Beberapa penyelidik AS berasumsi ada pejabat intelijen Kuba yang bekerja sama dengan Rusia karena mereka tidak senang dengan perpecahan antara Amerika Serikat dan Kuba.

National Academy of Science (NAS) Amerika Serikat menerbitkan laporan mengenai anomali sakit kepala misterius yang dialami staf kedutaan AS di China dan Kuba. Keanehan tersebut digambarkan sebagai "serangan sonik" menggunakan energi gelombang mikro terarah.





"Secara keseluruhan, energi gelombang radio (Radio Frequency/RF) yang diarahkan, terutama pada mereka dengan manifestasi awal berbeda. Nampaknya, ini menjadi mekanisme yang paling masuk akan dalam menjelaskan kasus-kasus ini," isi laporan tersebut dikutip dari CNN, Minggu (6/12/2020).

Laporan tersebut menambahkan anomali itu mempertimbangkan kemungkinan insiden pusing perseptual-postural yang persisten sebagai masalah sekunder yang mungkin terjadi pada beberapa dari mereka sebagai faktor penyebab. Meskipun laporan tersebut tidak menyimpulkan bahwa penggunaan energi gelombang mikro terarah dalam hal ini dilakukan dengan sengaja, dapat dikatakan bahwa tindakan tersebut digunakan untuk tujuan jahat.

"Pertimbangan semata dari skenario seperti itu menimbulkan kekhawatiran besar tentang dunia dengan aktor jahat yang tidak terkendali dan alat baru untuk menyebabkan kerugian bagi orang lain."


"Seolah-olah pemerintah AS belum sepenuhnya menangani ancaman yang terjadi secara alami," lanjut isi laporan.

Isi laporan juga menjelaskan paparan bahan kimia, penyakit menular dan masalah psikologis sebagai penyebab potensial atau faktor yang memperparah penyakit kepala, tetapi analisis keseluruhan tampaknya menunjukkan bahwa itu bukan penyebab yang mungkin.

Editor
:
Sumber
: Okz
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru