Kamis, 28 Mei 2026 WIB

Pada Akhir Perdagangan, Wall Street Melemah Tajam

- Sabtu, 11 September 2021 08:00 WIB
Pada Akhir Perdagangan, Wall Street Melemah Tajam
GOOGLE
Ilustrasi
MATATELINGA. Jakarta - Saham Apple Inc jatuh menyusul putusan pengadilan yang tidak menguntungkan terkait dengan toko aplikasinya. Saham-saham Wall Street melemah tajam pada akhir perdagangan Jum'at (Sabtu pagi Wib), karena investor mempertimbangkan tanda-tanda inflasi yang lebih tinggi.


Data menunjukkan harga-harga produsen AS naik dengan kuat pada Agustus, mengarah ke kenaikan tahunan terbesar dalam hampir 11 tahun dan data menunjukkan bahwa inflasi yang tinggi kemungkinan akan bertahan karena pandemi menekan rantai pasokan.

Sentimen juga mendapat pukulan dari komentar Presiden Federal Reserve Bank Cleveland, Loretta Mester bahwa dia masih ingin bank sentral mulai mengurangi pembelian aset tahun ini meskipun laporan pekerjaan Agustus lemah.

Baca Juga:Kerap Tinjau langsung Perbaikan Jalan, Langkah Bobby Nasution Antisipasi Penyelewengan

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 271,66 poin atau 0,78%, menjadi menetap di 34.607,72 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 34,70 poin atau 0,77%, menjadi ditutup pada 4.458,58 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 132,76 poin atau 0,87%, menjadi berakhir di 15.115,49 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan saham sektor utilitas dan real estat masing-masing merosot 1,38% dan 1,23%, memimpin kerugian.


Untuk minggu ini, indeks S&P 500 kehilangan 1,7 persen, indeks Dow merosot 2,15% dan Nasdaq jatuh 1,61. Jum'at (10/09/2021) adalah pertama kalinya sejak Februari, S&P 500 turun lima hari berturut-turut. (Mtc/Okz)
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru