Kamis, 30 April 2026 WIB

Sumut Kembali Alami Deflasi

- Senin, 04 Mei 2020 11:00 WIB
Sumut Kembali Alami Deflasi
mtc/amel
Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi
MATATELINGA, Medan : Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) mencatat, gabungan 5 kota Indek Harga Konsumen (IHK) di Sumut terjadi deflasi sebesar 0.29%. Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi menjelaskan, hampir semua kota IHK mengalami deflasi, kecuali Padangsidempuan menunjukkan inflasi sebesar 0,04%. Sedangkan Sibolga deflasi 0,66%, Pematangsiantar deflasi 0,40%, Medan deflasi 0,28% dan Gunung Sitoli deflasi 0,71%.

“Di Padangsidempuan, andil inflasi paling besar adalah emas perhiasan sebesar 0,2292,” ucapnya dalam paparan Perkembangan Perekonomian secara live streaming di channel youtube BPS, Senin (4/5/2020).

Kata dia, menurut kelompok pengeluaran, andil makanan, minuman dan tembakau paling besar menyumbang deflasi, yakni 0,27%. Disusul kelompok  transportasi sebesar 0,02%. Kemudian kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan turun 0,08%.

Beberapa komoditas yang mengalami inflasi dominan, adalah bawang merah, buah naga, emas perhiasan, gula pasir, pisang, keruk, apel, pewangi pakaian dan pir.

"Sementara, komoditas cabai merah, daging ayam ras, ikan dencis, biaya pulsa ponsel, cabai rawit, minyak goreng, air kemasan, serta ikan tongkol, tomat dan ikan kembung memberikan andil cukup besar dalam menyumbang deflasi," tuturnya.

Sementara, perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Medan pada April 2020 juga menunjukkan adanya penurunan.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS, pada bulan ini Kota Medan deflasi 0,28%  atau terjadi penurunan IHK dari 102,89 pada Maret 2020 menjadi 102,60 pada April 2020. Tingkat inflasi tahun kalender April 2020 sebesar 0,24 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2020 terhadap April 2019) sebesar 0,69%. 

"Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan. Yaitu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,80%, kelompok transportasi sebesar 0,19% dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,82%," jelas dia.

Sedangkan kelompok yang mengalami inflasi, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,07%, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,43%, kelompok kesehatan sebesar 0,61%, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,64%. Sementara kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks.

"Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada April 2020, antara lain cabai merah, ikan dencis, daging ayam ras, biaya pulsa ponsel, cabai rawit, minyak goreng, dan air kemasan," tuturnya.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, sambung dia, antara lain bawang merah, buah naga, pisang, pepaya, gula pasir, jeruk, dan emas perhiasan. (mtc/amel)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru