MATATELINGA, Jakarta: Untuk Senin (4/5/2020) hari ini, analis memperkirakan pergerakan rupiah akan cenderung terbatas. Rupiah berhasil menguat 3,36% selama sepekan kemarin ke level Rp 14.882 per dolar Amerika Serikat.
Faktor yang mendorong adalah rilis data ekonomi yakni data inflasi yang diperkirakan akan cukup baik. Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana menilai rupiah masih berpotensi menguat pada hari ini.
“Inflasi April yang diperkirakan berada di sekitar 2,8% (secara tahunan) diperkirakan akan mampu memberikan kepercayaan bahwa daya beli masyarakat masih cukup baik di tengah pandemi. Ditambah lagi, CAD yang terjaga mampu memberikan tambahan bagi cadangan devisa dan fundamental rupiah ke depan,” kata Fikri kepada Kontan.co.id, Minggu (3/5).
Akan tetapi, Fikri menyebut penguatan rupiah cenderung terbatas lantaran pada akhir pekan lalu sudah mengalami apresiasi yang cukup kuat.
Analis Monex Investindo Futures Faisyal juga melihat penguatan rupiah yang tajam beberapa hari terakhir akan mengakibatkan bargain hunting di pasar. Dengan demikian, ia memproyeksikan rupiah justru akan melemah secara terbatas pada perdagangan hari ini.
"Rupiah mulai akan diburu sehingga pada awal sesi perdagangan akan ada sesi beli. Namun dengan pasar aset berisiko yang kemungkinan dinaungi sentimen positif seiring penurunan USD indeks, pelemahan sifatnya terbatas,” jelas Faisyal.
Faisyal memperkiaran rupiah akan bergerak melemah pada rentang Rp 14.800 - Rp 14.950 per dolar AS.
Sementara Fikri memperkirakan rupiah masih cenderung menguat dengan rentang Rp 14.650 - Rp 15.050 per dolar AS.