Sabtu, 29 Agustus 2026 WIB

Orang Miskin makin Miskin dan Orang Kaya Makin kaya

Admin - Sabtu, 19 April 2014 15:56 WIB
Orang Miskin makin Miskin dan Orang Kaya Makin kaya
Matatelinga - Jakarta, keuntungan investasi secara jangka panjang selalu lebih besar ketimbang pendapatan yang didapat karyawan. Struktur masyarakat selalu cenderung ke arah ketidaksetaraan.

Bahkan, selisihnya sangat besar. Akibatnya, orang yang memiliki modal untuk investasi, yang biasanya adalah orang kaya, akan bertambah kekayaannya.
 
Pepatah lama tampaknya sangat sesuai untuk menggambarkan hal ini, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin.

Demikian disampaikan oleh ekonom dan penulis asal Prancis, Thomas Piketty mengutip laman CNBC, Jakarta, Sabtu (19/4/2014). Dia adalah penulis buku best seller, "Capital in The 21st Century". Buku berisi 696 halaman ini memuat sejarah ekonomi Dunia.

Dia membuat penelitian tentang kesenjangan ekonomi dari data 100 tahun ke belakang. Dia berpendapat, semakin tingginya kesenjangan sosial di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir ini, menurutnya bukanlah suatu yang luar biasa dalam perspektif sejarah.

Namun, kembali ke sejarah, sesuatu yang luar biasa adalah periode antara pertengahan 1930-an dan awal 1970-an.  Menurutnya, tahun tersebut ketika ketimpangan ekonomi anjlok dan tetap pada tingkat historis rendah selama beberapa dekade.

Dalam sebuah forum, Piketty ditanya mengenai kenaikan berkelanjutan mengenai ketidaksetaraan bagi masyarakat, dan beberapa dari jawabannya memancing tema perdebatan di Washington.

Kekhawatiran terbesar, lanjutnya, dimana ada peningkatan konsentrasi kekayaan yang mengarah ke korupsi dari sistem politik. "Ketika sebagian kecil warga memegang pangsa yang sangat besar dari kekayaan suatu negara, lembaga-lembaga politik tertangkap," ujarnya.

Sebagai contoh, dirinya menggunakan pra-perang dunia I di Eropa, di mana 10 persen dari penerima hasil investasi membawa pulang hampir separuh pendapatan nasional, dan pemerintah beroperasi dengan kepentingan orang-orang berduit.

Dia juga mencatat bahwa tingkat ketimpangan pendapatan di AS sekarang lebih besar daripada di saat praperang Eropa.


(Okz/Mt-01)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru