Matatelinga - Berlin, Minggu lalu, Presiden Rusia
Vladimir Putin mengatakan Ukraina berutang ke Rusia sekira USD35,4
miliar dari gas, angka tersebut sekira 20 kali lebih besar dari Moskow
pada permintaan sebelumnya. Dirinya mengatakan Rusia mungkin akan
meminta untuk Ukraina agar memulai membayar gasnya dimuka atau akan di
shut-off.
Perusahaan asal Jerman, RWE menyatakan telah mulai mengirim gas alam ke
Ukraina. Ini adalah langkah untuk mendukung negara tersebut bila aksi
tekanan Rusia untuk memutuskan suplai gas terjadi.
Mengutip laman yahoofinance,
Jumat (18/4/2014), pengiriman yang dilakukan dari Jerman melalui
Polandia sebagian besar masih sebatas simbolik untuk saat ini, namun
untuk menggenjot lagi kebutuhannya, akan didapat seperlima dari
kebutuhan gas negara tersebut.
Juru bicara RWE Helmut Weintoegl mengatakan sekira
sepertiga dari gas RWE AG akan menyuplai Ukraina awalnya dari Rusia.
Sisanya akan datang dari Norwegia, Inggris, Belanda dan Jerman.
RWE
Supplay and Trading adalah perusahaan eropa barat pertama yang memulai
mendistribusikan gas ke Ukraina tahun ini, hal tersebut dinyatakan
perusahaan yang berbasis di Kota Essen.
"Volume yang signifikan
lebih lanjut akan diantar ke Ukraina bila berbagai pembatasan dalam
transportasi di Slovakia-Ukraina polirik dan teknis diselesaikan dalam
seminggu atau sebulan," ujar perusahaan.
RWE menolak untuk
mengungkapkan harga yang dikenakan di Ukraina, tapi dirinya mengatakan
suplai tidaklah di subsidi. "Harga seperti harga pasar normal," ujar
Weintoegl.
Analis Centre for European Policy Studies, Arno
Behrens, mengatakan pasokan gas RWE pasti dapat membantu meringankan
kesulitan Ukraina dalam jangka pendek. Namun tidak dapat sendiri untuk
menembus potensial shut-off gas dari Rusia ke Ukraina.
Behrens
mengatakan perusahaan Jerman dapat membeli gas dari Rusia pada harga
yang lebih rendah dari yang ditawarkan Gazprom untuk Ukraina. Jadi RWE
dapat membuat tarif premium transportasi dan tetap menawarkan Uraina
dengan harga yang lebih rendah dari Gazprom.
(Okz/Mt-01)