Sabtu, 29 Agustus 2026 WIB

Rontoknya Industri China

Admin - Senin, 14 April 2014 11:44 WIB
Rontoknya Industri China
Matatelinga - Jakarta, Pasar properti di China mulai menunjukan kehancuran. Tanda-tanda pecahnya bubble properti di negara tersebut satu persatu mulai terlihat.

Penjualan properti di pasar sekunder di China anjlok pada kuartal I-2014 dibandingkan periode yang sama tahun 2013 (year to year/yoy). Spekulator tampaknya telah meninggalkan pasar domestik. Beberapa perusahaan properti juga telah dijual.

Miliarder China yang berbisnis properti juga lebih memilih berinvestasi di luar negeri. Sementara investor asing, juga tampak mulai mengerem investasi propertinya di China.

Di sisi lain, masyarakat kelas menengah di China juga mulai keluar dari pasar properti. Demikian dilansir dari Forbes, Senin (14/4/2014).

Selain itu, berdasarkan data National Bereau of Statistics, harga rumah di negara tersebut memang masih meningkat. Tapi, besaran kenaikan harga rumah tersebut semakin berkurang.

Tak hanya itu, tingkat kepercayaan atas penjualan properti di China juga turun 49,1 persen pada kuartal I-2014 dibandingkan kuartal sebelumnyam yakni dari 99,7 miliar yuan pada kuartal IV-2013 menjadi 50,7 miliar yuan.

Dan ke depannya, tampaknya akan banyak pengembang properti yang "menutup pintu". Bank sentral tampaknya tidak menginjeksi likuditas dengan cepat. Di sisi lain, suku bunga juga tetap mengalami kenaikan,

Banyaj private developers bertaruh jika harga properti akan naik lebih cepat ketimbang suku bunga, tapi sekarang mereka menggigit jari.



(KNIA/Okz)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru