Sabtu, 29 Agustus 2026 WIB

Hasil Pileg Terlalu Tinggi Pada Ekspektasi Pasar

Admin - Senin, 14 April 2014 08:37 WIB
Hasil Pileg Terlalu Tinggi Pada Ekspektasi Pasar
Matatelinga - Jakarta, Head of Research, KSK Financial Group, David Cornelis, mengatakan yang menarik adalah, secara historikal tiga periode pemilu sebelumnya, dalam sebulan pascapileg pasar akan bergerak sekitar dua kali lebih besar, yaitu naik 12,3 persen di April, dibandingkan dengan kenaikan pascapilpres yang naik hanya 6,6 persen di bulan Juli.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) periode satu bulan pascapemilu legislatif (pileg), tercatat dua kali Lebih besar dibanding pascapilpres. sayangnya, kenaikan yang terjadi pada pileg kali ini, tidak sebesar yang diharapkan.

"Ternyata Efek Jokowi saat ini tidak sebesar Efek SBY kala itu, jadi angka ekspektasi historis tersebut perlu didiskon proyeksinya, artinya lebih kecil dari rata-rata 12,3 persen tersebut," jelas dia dalam risetnya di Jakarta.

IHSG telah naik tinggi sejak awal tahun, sekitar 15 persen di antara bursa-bursa dunia, dan tidak sedikit bursa dunia yang malah bergerak negatif. "Secara rasio potensi risiko terhadap pengembalian, di posisi IHSG yang berada di atas 4.800, sudah tidak lagi menawarkan keuntungan yang sepadan dengan risiko yang kelak ditanggung pelaku pasar," katanya.

Menurutnya, risiko terdekat IHSG adalah turun ke kisaran 4.723-4.777, di rentang ini dapat menjadi pintu masuk untuk transaksi beli jangka pendek. "Secara politik ekonomi, terbukti pasar terlalu menilai terlalu tinggi terhadap Jokowi dan terlalu merendahkan kekuatan partai tengah yang justru saat ini memainkan peran penting di konstelasi politik sebagai partai penentu dalam pembentukan koalisi, justru hal ini yang krusial bagi pasar finansial dalam jangka pendek," tukas dia.
 
Dia melanjutkan, secara teknis ada pembalikan dan cenderung menutup lubang jangka pendek, akan tes ke kisaran 4.900—5.000. Secara proyeksi fundamental semester II yang wajar di 4.800—5.200. "Namun, jika terpilih capres yang di luar ekspektasi pasar, akan balik ke target skenario di semester I tersebut (4.400—4.800)," tukas dia.


(Okz/Mt-01)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru