Matatelinga - Jakarta, Rental helikopter nampaknya cukup menggiurkan, lantaran banyak para
pebisnis yang rela merogoh kocek lebih dalam asal bisa sampai tempat
tujuan dengan cepat. Pasalnya, harga sewa helikopter yang mencapai
puluhan juga, cukup memberikan keuntungan bisnis.
Salah satu
perusahaan sawit PT Duta Palma, yang berlokasi di Pekan Baru ikut
menilik kesempatan ini. Duta Palma memiliki satu perusahaan khusus
melayani jasa penerbangan dengan nama Guest Air Trans. Perusahaan ini
didirikan seiring meningkatnya permintaan rental Pesawat maupun
Helikopter di dalam regional pulau Sumatra.
Marketing dan
Operation Airport, Handra menyampaikan Guest Air Trans didirikan untuk
memenuhi kebutuhan penerbangan di Sumatra. Dua unit helikopter yang
dimiliki perusahaannya, sebetulnya merupakan kendaraan operasional
perusahaan. Namun di saat tidak digunakan, helikopter ini dapat disewa
oleh pihak luar.
"Mereka yang menyewa sebagian besar biasanya
untuk keperluan survei, melihat areal, foto udara dan kunjungan pimpinan
perusahaan ke area perusahaan," katanya kepada sumber.
Lebih
lanjut Handra menyampaikan, alasan para konsumen memilih menggunakan
helikopter adalah untuk memangkas waktu tempuh perjalanan menuju tempat
yang dituju. Dengan demikian, maka perjalanan yang dilakukan akan lebih
mudah dari pada jalur darat yang harus dilintasi. "Ini biasanya untuk
memudahkan. Kita jemput di Bandara Sultan Syareif Kasim, Pekanbaru lalu
diantar langsung ke tempatnya," jelas dia.
Untuk tipe helikopter
yang disediakan Handra mengaku, ada dua jenis. Pertama adalah Helikopter
DEL 427 buatan 2004 berkapasitas lima orang yang dibanderol dengan
harga USD2.600 dan DELCO berisi empat orang yang dipatok harga
USD2.300-USD2.600.
Helikopter yang ditawarkan pihak Hendra dapat
terbang pada kecepatan hingga 170-270kph. Dengan demikian maka
helikopter ini akan waktu yang paling efisien untuk menjalankan bisnis
terutama dalam perpindahan dari tempat satu ke tempat lain.
Meski
banyak menjadi langganan para pebisnis, namun Handra enggan menyebutkan
omzet yang diterimanya dari industri ini. Hal tersebut lantaran
perusahaan masih tetap fokus pada bisnis utamanya yakni di sektor
perkebunan. "Kalau pastinya saya kurang tahu. Ini kan disewakan jika
memang tidak ada kunjungan," pungkasnya.
(KNIA/Okz)