Sabtu, 29 Agustus 2026 WIB

Para Pengusaha Sawit Lirik Usaha Sewa Helikopter

Admin - Minggu, 16 Maret 2014 10:01 WIB
Para Pengusaha Sawit Lirik Usaha Sewa Helikopter
Matatelinga - Jakarta, Rental helikopter nampaknya cukup menggiurkan, lantaran banyak para pebisnis yang rela merogoh kocek lebih dalam asal bisa sampai tempat tujuan dengan cepat. Pasalnya, harga sewa helikopter yang mencapai puluhan juga, cukup memberikan keuntungan bisnis.

Salah satu perusahaan sawit PT Duta Palma, yang berlokasi di Pekan Baru ikut menilik kesempatan ini. Duta Palma memiliki satu perusahaan khusus melayani jasa penerbangan dengan nama Guest Air Trans. Perusahaan ini didirikan seiring meningkatnya permintaan rental Pesawat maupun Helikopter di dalam regional pulau Sumatra.

Marketing dan Operation Airport, Handra menyampaikan Guest Air Trans didirikan untuk memenuhi kebutuhan penerbangan di Sumatra. Dua unit helikopter yang dimiliki perusahaannya, sebetulnya merupakan kendaraan operasional perusahaan. Namun di saat tidak digunakan, helikopter ini dapat disewa oleh pihak luar.

"Mereka yang menyewa sebagian besar biasanya untuk keperluan survei, melihat areal, foto udara dan kunjungan pimpinan perusahaan ke area perusahaan," katanya kepada sumber.

Lebih lanjut Handra menyampaikan, alasan para konsumen memilih menggunakan helikopter adalah untuk memangkas waktu tempuh perjalanan menuju tempat yang dituju. Dengan demikian, maka perjalanan yang dilakukan akan lebih mudah dari pada jalur darat yang harus dilintasi. "Ini biasanya untuk memudahkan. Kita jemput di Bandara Sultan Syareif Kasim, Pekanbaru lalu diantar langsung ke tempatnya," jelas dia.

Untuk tipe helikopter yang disediakan Handra mengaku, ada dua jenis. Pertama adalah Helikopter DEL 427 buatan 2004 berkapasitas lima orang yang dibanderol dengan harga USD2.600 dan DELCO berisi empat orang yang dipatok harga USD2.300-USD2.600.

Helikopter yang ditawarkan pihak Hendra dapat terbang pada kecepatan hingga 170-270kph. Dengan demikian maka helikopter ini akan waktu yang paling efisien untuk menjalankan bisnis terutama dalam perpindahan dari tempat satu ke tempat lain.

Meski banyak menjadi langganan para pebisnis, namun Handra enggan menyebutkan omzet yang diterimanya dari industri ini. Hal tersebut lantaran perusahaan masih tetap fokus pada bisnis utamanya yakni di sektor perkebunan. "Kalau pastinya saya kurang tahu. Ini kan disewakan jika memang tidak ada kunjungan," pungkasnya.



(KNIA/Okz)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru